Important Visit: Perdokhi Dorong Transformasi Istithaah Kesehatan Haji Berbasis ICF-WHO
Berbasis ICF-WHO Important Visit - Dalam important visit ke berbagai lembaga terkait, Perhimpunan Dokter Haji Indonesia (Perdokhi) memperkenalkan inisiatif
Perdokhi Dorong Transformasi Istithaah Kesehatan Haji Berbasis ICF-WHO
Important Visit – Dalam important visit ke berbagai lembaga terkait, Perhimpunan Dokter Haji Indonesia (Perdokhi) memperkenalkan inisiatif transformasi sistem istithaah kesehatan haji. Perubahan ini bertujuan untuk menyelaraskan layanan kesehatan dengan kebutuhan jamaah haji secara lebih komprehensif, berbasis konsep ICF-WHO. Selama important visit tersebut, Perdokhi menekankan pentingnya pendekatan baru yang lebih humanis, berfokus pada fungsi individu dalam menghadapi tantangan ibadah haji.
Konteks Seminar dan FGD Pra-Evaluasi Kesehatan Haji
Transformasi istithaah kesehatan haji diluncurkan dalam important visit yang berlangsung di Seminar dan FGD Pra-Evaluasi Penyelenggaraan Kesehatan Haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, di Aula Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (20/7/2026). Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pihak, seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian Agama, serta organisasi profesi kesehatan. Tema utama adalah integrasi pendekatan ICF-WHO sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pemantauan kesehatan jamaah haji.
Para peserta menyoroti bahwa important visit ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga wadah untuk memperkuat kolaborasi antarlembaga. Dengan menerapkan ICF-WHO, sistem istithaah kesehatan haji dapat mempertimbangkan faktor lingkungan, aktivitas, dan partisipasi jamaah secara menyeluruh. Metode ini dipandang sebagai solusi yang lebih tepat untuk mengatasi tantangan kesehatan yang beragam di masa depan.
Pendekatan ICF-WHO Sebagai Dasar Reformasi
ICF-WHO, atau International Classification of Functioning, Disability and Health, merupakan kerangka kerja global yang diperkenalkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pendekatan ini menekankan penilaian kesehatan berdasarkan kemampuan fungsional individu, bukan hanya keberadaan penyakit. Dengan important visit Perdokhi, para peserta sepakat bahwa konsep ICF-WHO harus diintegrasikan ke dalam sistem istithaah haji untuk menciptakan standar layanan yang lebih inklusif.
“Kami melihat important visit ini sebagai momen kritis untuk memperkuat kerangka kesehatan haji yang berbasis fungsional. Pendekatan ICF-WHO akan memastikan setiap jamaah dilayani sesuai kemampuan dan kebutuhan spesifik,” ujar dr Syarief Hasan Lutfie, Ketua Umum Perdokhi, dalam wawancara dengan Republika, Senin (20/7/2026).
Pendekatan ICF-WHO juga memungkinkan pemeriksaan lebih lengkap, termasuk evaluasi kemampuan jamaah dalam beraktivitas sehari-hari, menghadapi lingkungan di tanah suci, dan berpartisipasi dalam rangkaian ibadah haji. Dengan demikian, sistem istithaah tidak hanya fokus pada diagnosis penyakit, tetapi juga pada kemampuan individu untuk menjalani perjalanan haji secara optimal. Hal ini relevan terutama dalam menghadapi tantangan yang muncul akibat usia jamaah yang semakin beragam.
Langkah Implementasi dan Manfaat Strategis
Reformasi istithaah kesehatan haji yang diusung Perdokhi memerlukan beberapa langkah implementasi. Pertama, adanya perubahan skema pemeriksaan yang lebih berbasis fungsional, di mana setiap jamaah dianalisis berdasarkan kriteria kebutuhan khusus. Kedua, pelatihan tenaga medis dan penyelenggara haji untuk mengenal konsep ICF-WHO secara mendalam. Important visit ini menjadi ajang untuk mempercepat proses adaptasi dan penyesuaian standar layanan.
Manfaat dari pendekatan ICF-WHO antara lain memungkinkan identifikasi lebih dini risiko kesehatan, baik fisik maupun mental. Selain itu, metode ini juga mendorong pengelolaan risiko yang lebih efektif, karena menilai kemampuan jamaah dalam berbagai aspek, termasuk lingkungan sosial dan ekonomi. Dengan important visit Perdokhi, diharapkan kesehatan haji menjadi lebih responsif terhadap kebutuhan jamaah, baik yang sehat maupun yang memiliki keterbatasan fungsi.
Implementasi ICF-WHO juga diperkirakan dapat meningkatkan kepuasan jamaah haji, karena layanan kesehatan menjadi lebih personal. Selain itu, metode ini berpotensi mengurangi biaya penanganan kesehatan yang tidak efisien, sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pemantauan kesehatan secara berkala. Important Visit tersebut menjadi bukti komitmen Perdokhi untuk memberikan layanan haji yang lebih terukur, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan jamaah.
