Lantunan Surah Yasin dan Tahlil Warnai Peringatan Milad Suami Pertama Megawati Soekarnoputri
Peringatan Milad Suami Pertama Megawati: Lantunan Surah Yasin dan Tahlil Lantunan Surah Yasin dan Tahlil Warnai - Perayaan milad suami pertama Megawati
Peringatan Milad Suami Pertama Megawati: Lantunan Surah Yasin dan Tahlil
Lantunan Surah Yasin dan Tahlil Warnai – Perayaan milad suami pertama Megawati Soekarnoputri yang merupakan bagian dari rangkaian upacara tabur bunga di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, diselingi oleh lantunan Surah Yasin dan tahlil. Acara ini dihadiri oleh DPD PDI Perjuangan Jakarta serta jajaran PP Bamusi yang membacakan ayat-ayat suci di Masjid At-Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Ahad (5/7/2026). Lantunan Surah Yasin dan tahlil menjadi sarana untuk mengenang jasa serta kehidupan penuh pengorbanan dari Kapten Penerbang Anumerta Surindro Supjarso, yang dikenang sebagai suami pertama dari Presiden RI ke-5 tersebut.
Sejarah dan Peran Surindro Supjarso
Surindro Supjarso, yang lahir pada 5 Juli 1943, merupakan sosok berpengaruh dalam sejarah kebangkitan politik Megawati. Sebelum menikah dengan Megawati pada 27 Mei 1968, ia dikenal sebagai pilot pesawat pengebom TU-16 KS Badger. Surindro lulus dari Akademi Militer TNI AU dan menjabat sebagai letnan dua penerbang pada 1967. Ia aktif di Skuadron 42 Wings Ops 003 Lanud Iswahyudi Madiun sebelum gugur dalam kecelakaan pesawat Skyvan T-701 di perairan Biak, Irian Jaya (kini Papua), pada 22 Januari 1970. Lantunan Surah Yasin dan tahlil dalam peringatan milad ini menegaskan penghormatan masyarakat terhadap jasa dan semangat perjuangan almarhum.
Momen Pernikahan yang Bersejarah
Megawati menikah dengan Surindro satu tahun setelah kudeta terhadap Soekarno oleh Orde Baru. Pernikahan ini dianggap sebagai langkah strategis dalam menguatkan posisi politik Megawati, yang saat itu masih menjadi anggota Partai Nasional Indonesia (PNI). “Saat itu tidak banyak tokoh politik dan masyarakat yang berani mendekati Bung Karno, apalagi menjadi bagian dari keluarganya,” ujar Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah dalam sambutan acara. “Namun, karena kecintaan besar kepada Megawati Soekarnoputri, almarhum memutuskan untuk tetap menikahi ibu dari Presiden RI ke-5 tersebut,” tambah Basarah, menegaskan makna pernikahan ini dalam konteks sejarah.
Kisah Tragis dan Kecantikan Batin
Surindro gugur dalam kecelakaan pesawat Skyvan T-701 yang ia pilotkan, yang jatuh di perairan Biak pada 22 Januari 1970. Dalam peringatan milad keempat almarhum, sejumlah peserta upacara melantunkan Surah Yasin dan tahlil sebagai bentuk penghormatan. “Orang baik adalah seseorang yang terus dicintai dan didoakan setelah meninggal dunia,” ungkap KH Zuhri Yaqub MA, dalam ceramahnya. Pernyataan ini mencerminkan nilai-nilai kebaikan yang diwariskan Surindro, yang hingga kini masih menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Perayaan milad ini juga menyoroti peran Surindro dalam membentuk identitas politik Megawati. Sebagai suami pertama, ia menjadi pendukung utama dalam perjalanan karier istri tercintanya. Meskipun jenazah Surindro belum ditemukan hingga kini, kehadiran anggota keluarga serta penggemar Megawati mengingatkan kembali perjuangan beliau selama bertugas. Lantunan Surah Yasin dan tahlil tidak hanya menjadi bagian dari ritual keagamaan, tetapi juga menjadi simbol penghargaan terhadap dedikasi beliau terhadap bangsa.
Sejumlah peserta acara menekankan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkenalkan kisah Surindro kepada generasi muda. “Semoga lewat peringatan milad ini, jasa dan kisah positif almarhum semakin dikenal oleh generasi muda bangsa,” tambah Zuhri Yaqub. Acara juga menjadi momen untuk mengajarkan makna pengorbanan dan kecintaan terhadap negara. Lantunan Surah Yasin dan tahlil dalam acara ini memperkuat pesan tentang keberagaman dan harmoni dalam kehidupan berbangsa.
Kehadiran para pemimpin dan tokoh agama menegaskan peran keagamaan dalam menghiasi perayaan sejarah politik. Ahmad Basarah, yang mewakili keluarga Megawati, menyampaikan rasa syukur atas doa dan dukungan masyarakat. “Semoga amal baik almarhum diterima oleh Allah SWT,” tutur Basarah. Upacara ini diharapkan mampu menjaga memori Surindro sebagai bagian dari perjuangan keluarga Soekarno dalam membentuk masa depan bangsa.
