Skip to content
Khazanah

Latest Program: PBNU Terima Mahasiswa dari Enam Negara, Kenalkan Islam Moderat Lewat Beasiswa Peradaban

Sarah Jones - kabarteras.com 3 mins read

Program Beasiswa Peradaban PBNU: Menghadirkan Wajah Islam Moderat ke Dunia Latest Program - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali menghadirkan

Latest Program: PBNU Terima Mahasiswa dari Enam Negara, Kenalkan Islam Moderat Lewat Beasiswa Peradaban

Program Beasiswa Peradaban PBNU: Menghadirkan Wajah Islam Moderat ke Dunia

Latest Program – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali menghadirkan inisiatif baru dalam bentuk Program Beasiswa Peradaban, yang kali ini menerima enam mahasiswa internasional dari berbagai negara. Inisiatif ini tidak hanya menjadi jembatan untuk memperkuat kerja sama pendidikan global, tetapi juga bertujuan menyebarkan nilai-nilai keislaman moderat kepada masyarakat internasional. Dengan menekankan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah ala Nahdlatul Ulama, program ini menjadi salah satu contoh inovasi PBNU dalam membangun jaringan akademik dan memperkenalkan Islam Indonesia secara lebih luas.

Penjaringan Mahasiswa Internasional

Program Beasiswa Peradaban PBNU menargetkan penerima dari berbagai negara, termasuk Afghanistan, Algeria, Nigeria, Tanzania, Pakistan, dan Bangladesh. Seleksi mahasiswa yang diundang dilakukan secara ketat untuk memastikan mereka memiliki potensi akademik dan komitmen yang kuat dalam meneruskan pesan Islam moderat. Sebelum memulai studi, para mahasiswa menjalani program orientasi untuk memahami konteks budaya, sosial, dan politik Indonesia. Dengan ini, mereka diharapkan bisa beradaptasi lebih cepat dan menggali kesamaan nilai antar budaya.

“Program beasiswa ini merupakan bagian dari upaya PBNU untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat keislaman yang moderat dan inklusif,” jelas Ufi Ulfiah, Sekretaris Lakpesdam PBNU, dalam sambutannya di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (15/7/2026). “Kami yakin, lewat pendidikan, generasi muda internasional akan lebih memahami Islam yang berakar pada keadilan, toleransi, dan inovasi.”

Misi dan Strategi Program

Beasiswa Peradaban PBNU memiliki misi utama untuk mendorong pertukaran ide dan pembelajaran lintas budaya, dengan fokus pada penyampaian konsep Islam yang sesuai dengan konsep peradaban modern. Program ini juga memberikan kesempatan kepada para penerima untuk menjalani studi sarjana dan magister di Universitas KH Abdul Chalim (UAC) Mojokerto, yang dianggap sebagai institusi pendidikan yang mampu menggabungkan kualitas akademik tinggi dengan pendekatan pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman. Selain itu, UAC Mojokerto menyediakan berbagai fasilitas pendukung, seperti program filantropi dan riset, untuk memastikan para mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar yang maksimal.

Dalam konteks global, PBNU melihat bahwa pendidikan menjadi kunci dalam membangun pemimpin masa depan yang mampu mewakili Islam secara lebih inklusif. Program ini juga diharapkan menjadi wadah untuk memperkuat hubungan antar negara, terutama di tengah dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Dengan memilih mahasiswa dari enam negara berbeda, PBNU ingin menampilkan wajah Islam yang beragam namun tetap berakar pada prinsip moderat dan inklusif.

Program ini merupakan bagian dari rangkaian inisiatif PBNU untuk meningkatkan akses pendidikan Islam di tingkat internasional. Sebelumnya, PBNU telah menyelenggarakan program serupa di berbagai negara, seperti Gaza, yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia berbasis nilai-nilai keislaman. Dukungan dari Kementerian Agama dan Baznas RI juga menjadi penggerak utama dalam memastikan program ini berjalan secara maksimal, dengan anggaran yang dialokasikan untuk membiayai studi dan kegiatan kebudayaan para penerima beasiswa.

Proses Seleksi dan Persiapan

Para penerima beasiswa menjalani proses seleksi yang melibatkan penilaian dari tim PBNU dan mitra pendidikan di luar negeri. Proses ini mencakup ujian tulis, wawancara, dan pengecekan riwayat akademik. Selain itu, mereka juga diwajibkan mengikuti pelatihan keterampilan berbahasa Indonesia dan pengetahuan tentang budaya lokal untuk memudahkan adaptasi. Selama masa studi, para mahasiswa akan diberikan pelatihan khusus tentang Islam moderat, termasuk pengelolaan masalah sosial dan politik dengan pendekatan berbasis nilai-nilai keislaman.

Program Beasiswa Peradaban PBNU dirancang sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam memperkuat pengaruh Islam moderat di dunia. Dengan menempatkan mahasiswa internasional di lingkungan pendidikan Indonesia, PBNU ingin membangun jembatan untuk memperkenalkan konsep keislaman yang berakar pada keadilan, perdamaian, dan keberagaman. Proses ini juga diharapkan menciptakan generasi pemimpin global yang mampu mengemban tugas dalam mempromosikan nilai-nilai peradaban Islam di negara masing-masing.

Kehadiran para mahasiswa internasional di UAC Mojokerto menjadi kesempatan unik bagi para rektor dan dosen untuk berkolaborasi dengan pendidikan dari berbagai latar belakang. Dalam program ini, para mahasiswa akan belajar tentang kurikulum yang mencakup ilmu agama, sejarah peradaban Islam, dan studi kasus penerapan nilai-nilai keislaman moderat di Indonesia. Pembelajaran ini tidak hanya terbatas pada kelas, tetapi juga melalui aktivitas ekstrakurikuler, seperti diskusi dengan tokoh masyarakat, kunjungan ke tempat ibadah, dan kerja sama dengan organisasi keislaman lokal.

Join the discussion