Skip to content
Khazanah

PWNU Jatim Usung Cucu KH Hasyim Asy’ari Jadi Ketum PBNU

Emily Jackson - kabarteras.com 3 mins read

SURABAYA — Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur secara resmi telah mengumumkan keputusan strategis untuk mengusung KH Abdul Hakim Mahfudz, yang lebih

PWNU Jatim Usung Cucu KH Hasyim Asy’ari Jadi Ketum PBNU

PWNU Jatim Usung Cucu KH Hasyim Asy’ari Menjadi Calon Ketua Umum PBNU Periode 2026-2031

Kabarteras.com – SURABAYA — Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur secara resmi telah mengumumkan keputusan strategis untuk mengusung KH Abdul Hakim Mahfudz, yang lebih dikenal dengan panggilan Kiai Kikin, sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Penugasan ini merupakan hasil dari proses musyawarah yang panjang dan melibatkan seluruh elemen organisasi di Jawa Timur. Kiai Kikin, yang merupakan cucu dari pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari, akan bersaing dalam Muktamar ke-35 yang dijadwalkan berlangsung di Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, pada tanggal 27 sampai 31 Agustus 2026.

Keputusan PWNU Jatim Usung Cucu KH Hasyim Asy’ari ini diambil setelah melalui rapat bersama antara Syuriyah dan Tanfidziyah PWNU Jatim. Hasil rapat tersebut kemudian mendapatkan persetujuan dari sebagian besar pengurus cabang di seluruh Jawa Timur. Dalam rapat koordinasi yang diselenggarakan di Surabaya, sebanyak 42 dari total 45 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama memberikan dukungan penuh terhadap penugasan Kiai Kikin. Angka ini menunjukkan konsensus yang sangat kuat di kalangan pengurus cabang.

Proses Musyawarah dan Dukungan Luas

KH Abdul Matin Djawahir, yang menjabat sebagai Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur, menjelaskan bahwa penugasan ini merupakan hasil kesepakatan bersama yang melibatkan berbagai pihak. Ia menekankan bahwa hal ini bukan semata-mata keinginan pribadi atau kelompok tertentu, melainkan hasil dari dialog yang intensif selama beberapa waktu. Proses ini memastikan bahwa setiap suara didengar dan setiap kepentingan dipertimbangkan dengan matang.

“Penugasan Kiai Kikin itu bukan kehendak PWNU atau pribadi, tapi kesepakatan dalam beberapa kali rapat harian PWNU dan rapat koordinasi dengan PCNU kali ini juga sepakat untuk satu barisan,” jelas Kiai Matin dalam keterangan pers yang diterima pada Kamis (23/7/2026).

Menurut penjelasan Kiai Matin, Kiai Kikin memenuhi berbagai kriteria kepemimpinan yang diperlukan oleh NU. Selain merupakan keturunan langsung dari pendiri organisasi, beliau memiliki pengalaman yang luas baik di tingkat PBNU maupun PWNU. Aktivitasnya dalam kaderisasi, pengelolaan pesantren, serta dunia usaha juga menjadi nilai tambah yang signifikan. Pengalaman ini menjadikan Kiai Kikin sosok yang layak untuk memimpin organisasi terbesar di Indonesia ini.

Kiai Matin menambahkan bahwa pengalaman tersebut membuat Kiai Kikin dinilai mampu membangun organisasi secara profesional tanpa terbebani kepentingan pribadi. Selain itu, beliau memiliki komitmen kuat untuk mengembalikan tata kelola organisasi NU kepada semangat Qanun Asasi yang telah dirumuskan oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari. Komitmen ini menjadi fondasi penting bagi regenerasi kepemimpinan NU di masa depan.

Kompetensi dan Visi Kepemimpinan

Menurut Kiai Matin, pengalaman lengkap dalam berbagai bidang menjadikan Kiai Kikin sosok yang tepat untuk memimpin NU. Beliau telah menyelesaikan urusan ekonomi pribadi, sehingga tidak perlu memikirkan keuntungan dalam organisasi. Fokus utamanya adalah menghidupkan organisasi menjadi modern berbasis moralitas dan kebangsaan. Visi ini sejalan dengan kebutuhan NU untuk tetap relevan di tengah perubahan zaman.

“Beliau memiliki pengalaman yang lengkap dalam organisasi, kaderisasi, pesantren, bisnis, jadi secara ekonomi juga sudah selesai, sehingga tidak memikirkan untung dalam organisasi, tapi justru memikirkan upaya menghidupkan organisasi menjadi modern berbasis moralitas dan kebangsaan. Sosoknya juga teduh, tidak gaduh, dan mementingkan ukhuwah,” katanya.

Sebagai pengasuh Pesantren Tebuireng di Jombang, Kiai Kikin telah menunjukkan konsistensi dalam memimpin dan mengembangkan lembaga pendidikan Islam. Penugasan ini diharapkan dapat membawa angin segar bagi perjalanan organisasi Nahdlatul Ulama ke depan. Dengan dukungan penuh dari PWNU Jatim, Kiai Kikin siap menghadapi tantangan di Muktamar mendatang untuk membawa NU menuju masa depan yang lebih cerah dan bermartabat.

Join the discussion