Viral Disebut Berhala, Begini Kesaksian WNI yang Pernah Melihat Patung Najma di Al Ula, Saudi
Viral Disebut Berhala Begini Kesaksian WNI yang pernah melihat langsung patung perempuan berwarna biru bernama Najma di kawasan Al Ula, Arab Saudi. Monumen
Patung Najma di Al Ula Bukan Berhala, Kata Saksi Indonesia
Kabarteras.com – Viral Disebut Berhala Begini Kesaksian WNI yang pernah melihat langsung patung perempuan berwarna biru bernama Najma di kawasan Al Ula, Arab Saudi. Monumen ini tengah menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial setelah banyak pihak menuduhnya sebagai berhala. Keberadaan patung tersebut di wilayah Provinsi Madinah semakin memicu perdebatan di kalangan umat Islam. Namun, menurut kesaksian seorang warga negara Indonesia yang sempat melihatnya secara langsung, suasana di sekitar patung tersebut tidak menunjukkan kesan sebagai destinasi wisata religi atau tempat khusus bagi jamaah umrah. Patung ini justru lebih sering dikunjungi oleh wisatawan mancanegara yang tidak beragama Islam.
Pengalaman Langsung di Hotel Habitas Al Ula
Indira Rezkisari, seorang penduduk Tangerang Selatan, mengaku telah menyaksikan patung Najma secara langsung ketika mengunjungi kawasan Al Ula pada tahun sebelumnya. Kunjungan ini dilakukan atas undangan resmi dari Saudi Tourism yang bertujuan untuk mempromosikan destinasi wisata di Arab Saudi. Saat berada di sana, ia memilih untuk menginap di Hotel Habitas Al Ula, lokasi persis di mana patung tersebut berdiri. Hotel ini terletak di tengah kawasan bersejarah yang terkenal dengan formasi batuan alamnya yang unik dan memukau.
Saya melihat patung tersebut saat menginap di Hotel Habitas Al Ula di Madinah. Lokasinya ada di dekat kolam renang dekat juga dengan area makan bagi tamu yang menginap di hotel,
Ungkapan tersebut disampaikan oleh karyawati swasta ini saat memberikan wawancara pada Kamis (6/8/2026). Ia menjelaskan bahwa patung Najma memiliki tinggi yang cukup signifikan sehingga terlihat jelas dari berbagai sudut hotel. Bagi Indira, kehadiran patung ini tidak mengganggu aktivitas ibadah para tamu muslim yang menginap di sana.
Tidak Ada Jamaah Khusus yang Datang
Dikenal dengan panggilan akrab Kiki, ia menjelaskan bahwa selama berada di lokasi, ia tidak menemukan adanya wisatawan atau rombongan jamaah yang sengaja datang semata-mata untuk melihat patung Najma. Hal ini menjadi bukti bahwa patung tersebut tidak dianggap sebagai objek ibadah atau tempat ziarah oleh umat Islam. Kiki juga menyoroti reaksi para tamu hotel terhadap keberadaan patung tersebut yang cenderung biasa saja.
Sepengelihatan saya, gak ada sih tamu-tamu dari luar yang sengaja datang untuk melihat patung tersebut,
Salah satu alasannya adalah posisi patung yang sangat tinggi, sehingga pengunjung merasa sulit menjadikannya sebagai objek utama untuk berfoto. Kiki menambahkan bahwa banyak tamu yang lebih memilih untuk berfoto di area kolam renang atau sekitar area makan hotel. Patung Najma memang terlihat megah, namun posisinya yang tinggi membuat pengunjung tidak terlalu tertarik untuk mendekatinya secara intensif.
Reaksi pengunjung juga menurut saya biasa aja ya. Karena dia kan tinggi banget jadi kita juga sulit untuk foto di bawahnya, gak bakal kelihatan. Atau foto di dekat patung (sulit juga), tinggi banget dia di atas bebatuan,
Mayoritas Tamu Adalah Turis Non-Muslim
Indira juga mencatat bahwa sebagian besar tamu yang menginap di Hotel Habitas Al Ula merupakan wisatawan mancanegara yang tidak beragama Islam. Kehadiran mereka lebih didorong oleh ketertarikan terhadap keindahan alam dan arsitektur kawasan Al Ula. Hal ini semakin memperkuat kesan bahwa patung Najma tidak menjadi pusat perhatian khusus bagi umat Islam yang sedang beribadah di wilayah tersebut.
Pengunjung hotel banyak memilih foto-foto di kolam renang justru. Dan sebagai catatan Habitas itu hotelnya lebih banyak dikunjungi turis non Muslim menurutku. Karena yang ketemu di sana tuh turis Eropa atau Cina, Jepang,
Kesaksian Indira memberikan perspektif baru bagi masyarakat Indonesia yang sedang mengikuti perkembangan isu patung Najma. Banyak pihak yang awalnya skeptis terhadap keberadaan monumen ini mulai memahami konteks yang lebih luas. Patung Najma memang bukan objek ibadah, melainkan bagian dari warisan budaya dan sejarah kawasan Al Ula yang telah ada sejak lama.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Patung Najma
Apakah patung Najma benar-benar berhala? Berdasarkan kesaksian langsung dari WNI yang pernah melihatnya, patung Najma tidak dianggap sebagai berhala. Monumen ini lebih merupakan bagian dari warisan budaya kawasan Al Ula yang telah ada sejak lama.
Di mana tepatnya lokasi patung Najma? Patung Najma terletak di Hotel Habitas Al Ula, kawasan Al Ula, Provinsi Madinah, Arab Saudi. Lokasinya berada di dekat kolam renang dan area makan hotel.
Apakah ada jamaah umrah yang khusus datang untuk melihat patung ini? Menurut kesaksian Indira Rezkisari, tidak ada jamaah umrah atau wisatawan muslim yang sengaja datang semata-mata untuk melihat patung Najma.
Siapa Indira Rezkisari? Indira Rezkisari adalah seorang karyawati swasta dari Tangerang Selatan yang pernah mengunjungi Al Ula atas undangan Saudi Tourism dan melihat patung Najma secara langsung.
Kapan wawancara Indira Rezkisari dilakukan? Wawancara dengan Indira Rezkisari dilakukan pada Kamis (6/8/2026) saat ia memberikan kesaksian tentang pengalamannya melihat patung Najma.
Untuk informasi lebih lanjut tentang patung Najma dan perkembangan terbaru, Anda dapat mengunjungi artikel terkait di Khazanah Republika.
