Skip to content
News

685 Ribu Pelanggan KA Jarak Jauh Manfaatkan Face Recognition di Daop 8 Surabaya

Betty Thomas - kabarteras.com 2 mins read

Surabaya, Jawa Timur — Berdasarkan informasi yang disampaikan Mahendro Trang Bawono, Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 8 Surabaya, tercatat

685 Ribu Pelanggan KA Jarak Jauh Manfaatkan Face Recognition di Daop 8 Surabaya

Adopsi Teknologi Wajah untuk Naik Kereta Meningkat di Surabaya

Kabarteras.com – Surabaya, Jawa Timur — Berdasarkan informasi yang disampaikan Mahendro Trang Bawono, Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 8 Surabaya, tercatat sebanyak 685.000 penumpang telah memanfaatkan sistem boarding gate berbasis pengenalan wajah. Angka ini melonjak sebesar 36.296 orang atau setara dengan 5,6 persen jika dibandingkan dengan periode Semester II tahun 2025 yang hanya mencapai 648.725 pelanggan.

Mahendro menegaskan bahwa tren positif ini mencerminkan kepercayaan publik yang kian kuat terhadap terobosan teknologi digital. KAI berkomitmen menghadirkan perjalanan yang lebih efisien, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa kereta api.

Transformasi Digital Berpusat pada Pelanggan

Layanan face recognition boarding gate merupakan salah satu wujud nyata dari upaya transformasi digital yang dilakukan KAI. Inovasi ini dirancang untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi terkini serta memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dengan sistem ini, penumpang tidak lagi harus membawa tiket cetak atau kartu identitas saat proses naik kereta. Seluruh verifikasi dilakukan secara otomatis melalui teknologi pengenalan wajah, sehingga akses menuju peron keberangkatan menjadi lebih cepat dan praktis.

Distribusi Pengguna di Tiga Stasiun Utama

Di wilayah operasional Daop 8 Surabaya, fasilitas ini telah tersedia di tiga lokasi strategis, yakni Stasiun Surabaya Pasarturi, Stasiun Surabaya Gubeng, dan Stasiun Malang. Mengacu pada data Semester I 2026, Stasiun Surabaya Pasarturi memimpin dengan jumlah pengguna mencapai 327.434 orang.

Stasiun Surabaya Gubeng berada di posisi kedua dengan 269.552 pelanggan, sementara Stasiun Malang mencatatkan 88.035 pengguna. Angka-angka tersebut mengindikasikan tingginya mobilitas masyarakat di koridor utara dan selatan Jawa Timur.

Mahendro menambahkan bahwa inovasi ini tidak hanya menyederhanakan proses boarding, tetapi juga berkontribusi pada operasional yang lebih ramah lingkungan berkat berkurangnya penggunaan tiket cetak. Selain itu, sistem ini membantu mengurai kemacetan arus penumpang, khususnya pada masa-masa dengan volume perjalanan yang padat.

“Kami berharap semakin banyak masyarakat memanfaatkan face recognition boarding gate sebagai bagian dari pengalaman baru menggunakan kereta api yang lebih modern dan praktis,” ujarnya.

Suara Pelanggan yang Terbantu

Riana Setiawan, seorang pelanggan KAI dari Bandung, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran layanan ini. Ia menjelaskan bahwa sering kali ia tiba di stasiun dalam kondisi mepet jadwal keberangkatan kereta, sehingga penggunaan face recognition boarding gate sangat membantu mempercepat proses masuk.

“Saya sering tiba di stasiun menjelang keberangkatan kereta, jadi kalau menggunakan face recognition boarding gate proses masuknya lebih cepat,” katanya.

Riana menilai bahwa inovasi yang terus dikembangkan oleh KAI memberikan kemudahan sekaligus meningkatkan kenyamanan pelanggan selama menggunakan transportasi kereta api. Ia berharap KAI terus menghadirkan berbagai inovasi layanan untuk meningkatkan kenyamanan, kelancaran, dan keamanan pelanggan.

Join the discussion