Skip to content
News

Bulog Wajibkan Mitra Penggilingan Padi Tersertifikasi Mulai 2027

Emily Anderson - kabarteras.com 3 mins read

Perum Bulog resmi menetapkan kebijakan baru yang mewajibkan seluruh mitra penggilingan padi untuk mendapatkan sertifikasi mulai tahun 2027. Keputusan

Bulog Wajibkan Mitra Penggilingan Padi Tersertifikasi Mulai 2027

Bulog Tetapkan Sertifikasi Wajib untuk Mitra Penggilingan Padi Sejak 2027

Kabarteras.com – Perum Bulog resmi menetapkan kebijakan baru yang mewajibkan seluruh mitra penggilingan padi untuk mendapatkan sertifikasi mulai tahun 2027. Keputusan strategis ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan kualitas beras yang didistribusikan kepada masyarakat Indonesia. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa program sertifikasi ini dirancang untuk memastikan setiap unit penggilingan memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan secara ketat.

“Nah, inilah kita lagi mengajak teman-teman penggilingan-penggilingan untuk meningkatkan kualitasnya. Karena di tahun 2027 nanti, kami akan melaksanakan sertifikasi penggilingan-penggilingan padi. Tujuannya tidak lain dan bukan untuk meningkatkan kualitas,” kata Rizal dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Kebijakan ini memiliki implikasi signifikan bagi dunia industri penggilingan padi di seluruh Indonesia. Hanya penggilingan yang berhasil melewati tahap sertifikasi saja yang berhak menjadi mitra maklon resmi Bulog. Sebaliknya, unit-unit yang gagal memenuhi kriteria akan kehilangan kesempatan untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan BUMN tersebut. Kebijakan ini menegaskan bahwa sertifikasi bukan sekadar formalitas, melainkan syarat mutlak bagi setiap pelaku usaha yang ingin bermitra dengan Bulog.

Dengan implementasi program sertifikasi ini, Bulog berharap dapat menjamin konsistensi kualitas beras hasil produksi mitra. Standar yang diterapkan meliputi beberapa aspek penting, antara lain kebersihan, kesehatan produk, bebas dari bau tidak sedap, serta tidak mengandung kutu. Semua kriteria tersebut bertujuan agar beras yang sampai ke tangan konsumen layak konsumsi dan memenuhi standar nasional.

“Nah, kalau nanti sudah ada sertifikasi, berarti penggilingan-penggilingan tersebut berhak dan wajib menjadi mitra maklonnya Bulog. Kalau tidak lulus sertifikasi, berarti tidak bisa, karena tidak memenuhi syarat untuk menjadi mitra Bulog,” ujar dia.

Rizal menambahkan bahwa fokus Bulog kini bergeser dari sekadar penyerapan kuantitas beras menuju penguatan aspek kualitas. Perubahan strategi ini bertujuan agar cadangan beras pemerintah memiliki standar yang terus meningkat seiring berjalannya waktu. Melalui pendekatan yang lebih profesional, kemitraan antara Bulog dengan pelaku usaha penggilingan diharapkan semakin solid dan berkelanjutan.

“Jadi kita berdasarkan itu, sehingga intinya kualitas dari beras-beras Bulog ke depan semakin baik, kemudian berasnya sehat, bersih, tidak berbau, tidak berkutu. Harus betul-betul berkualitas beras yang kita berikan kepada rakyat,” katanya menegaskan.

Prioritas pada Penggilingan Kecil Milik Rakyat

Sebelumnya, Rizal telah menegaskan bahwa Bulog memprioritaskan penggilingan padi milik masyarakat sebagai mitra utama dalam program sertifikasi ini. Kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan keterlibatan lebih besar terhadap penggilingan skala kecil. Tujuannya adalah memperkuat ekonomi daerah serta meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat lokal secara menyeluruh.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, agar Bulog memberdayakan penggilingan-penggilingan kecil yang miliknya masyarakat untuk menjadi lebih diberdayakan, hidup kembali. Karena di era-era yang lalu lebih cenderung menggunakan penggilingan-penggilingan besar,” kata Rizal saat dihubungi di Jakarta, Rabu (29/7).

Hingga saat ini, Bulog telah mencatat adanya puluhan ribu unit penggilingan padi yang bekerja sama secara nasional. Jaringan pengolahan beras yang semakin meluas ini diyakini mampu mendukung ketahanan pangan nasional secara lebih efektif. Dengan kombinasi sertifikasi dan perluasan mitra, Bulog optimis dapat memberikan hasil terbaik bagi masyarakat Indonesia.

“Wah, kalau nasional puluhan ribu yang sudah kami kerja samakan,” katanya.

Join the discussion