Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Perairan Pesisir Barat Lampung Dini Hari
Peristiwa guncangan bumi kembali terjadi di wilayah Provinsi Lampung pada dini hari. Gempa Magnitudo 4 7 Guncang perairan laut yang berada di sekitar pesisir
Gempa Magnitudo 4 7 Guncang Perairan Pesisir Barat Lampung Dini Hari
Kabarteras.com – Peristiwa guncangan bumi kembali terjadi di wilayah Provinsi Lampung pada dini hari. Gempa Magnitudo 4 7 Guncang perairan laut yang berada di sekitar pesisir barat Lampung telah berhasil dikonfirmasi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Getaran gempa ini cukup kuat sehingga dapat dirasakan oleh masyarakat di tiga wilayah berbeda dalam provinsi tersebut. Warga di Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, serta Kabupaten Pesisir Barat melaporkan adanya guncangan yang terasa pada malam hingga pagi hari tersebut.
Intensitas Guncangan di Berbagai Wilayah
Berdasarkan pengukuran menggunakan skala MMI atau Modified Mercalli Intensity, intensitas guncangan yang dirasakan bervariasi di setiap lokasi. Di Kota Agung dan Kabupaten Tanggamus, getaran gempa tercatat mencapai level II MMI. Sementara itu, di Kabupaten Pesisir Barat, intensitas guncangan lebih kuat dan mencapai level III MMI. Skala ini memberikan gambaran bahwa guncangan hanya dirasakan oleh sejumlah orang yang berada di dalam ruangan, terutama mereka yang sedang beraktivitas atau tidur pada saat gempa terjadi.
Skala MMI II menunjukkan getaran ringan yang dirasakan oleh beberapa orang, sedangkan skala III menunjukkan getaran yang dirasakan oleh banyak orang di dalam bangunan.
Posisi Pusat Gempa dan Kedalaman Hiposenter
Menurut data yang dihimpun BMKG, posisi pusat gempa berada di perairan laut dengan koordinat 5,72 derajat lintang selatan dan 103,90 derajat bujur timur. Titik epicenter tersebut berjarak kurang lebih 59 kilometer dari arah selatan Kabupaten Pesisir Barat. Kedalaman hiposenter gempa tercatat sebesar 31 kilometer, yang termasuk dalam kategori gempa dangkal. Gempa dengan kedalaman seperti ini umumnya lebih terasa oleh masyarakat di permukaan dibandingkan gempa yang berpusat lebih dalam.
Sampai saat berita ini disampaikan, belum ada pernyataan resmi dari BMKG terkait kemungkinan terjadinya tsunami. Selain itu, belum ada laporan yang masuk mengenai kerusakan pada bangunan maupun adanya korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Masyarakat di wilayah terdampak diharapkan tetap waspada dan mengikuti informasi terbaru dari pihak berwenang.
Peristiwa serupa sebelumnya juga pernah melanda kawasan ini pada tanggal 28 Juni 2026. Saat itu, gempa dengan kekuatan magnitudo 4,9 mengguncang wilayah dengan pusat berada di 81 kilometer arah tenggara Kabupaten Tanggamus, Lampung. Kejadian ini menunjukkan bahwa wilayah Lampung memang berada di zona yang aktif secara seismik dan berpotensi mengalami gempa bumi secara berkala.
Masyarakat di Provinsi Lampung disarankan untuk selalu siap siaga menghadapi potensi gempa bumi. Penting untuk mengetahui jalur evakuasi dan memiliki perlengkapan darurat yang memadai. Dengan pemahaman yang baik tentang karakteristik gempa di wilayah ini, masyarakat dapat lebih responsif ketika terjadi guncangan bumi di masa mendatang.
