Google: AI Generatif Berpotensi Buka Nilai Ekonomi Rp66 Triliun di Sektor Kreatif RI
Google - ```html
Kabarteras.com – Google – “`html
Google AI Generatif: Peluang Ekonomi Rp66 Triliun untuk Sektor Kreatif Indonesia
Indonesia memiliki kesempatan besar dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan. Berdasarkan laporan terbaru yang dirilis Google bersama Public First, yaitu AI Economic Opportunity Report 2026, adopsi AI generatif di industri media mampu menciptakan nilai ekonomi mencapai Rp66 triliun setiap tahunnya. Angka ini menunjukkan potensi luar biasa bagi transformasi digital di negara kita.
Veronica Utami, Country Director Google Indonesia, menyampaikan temuan ini dalam acara peluncuran laporan. Ia menjelaskan bahwa kontribusi AI generatif terhadap sektor media sudah sangat terasa dampaknya secara ekonomi. Kehadiran teknologi ini membuka peluang baru bagi para pelaku industri kreatif di seluruh Indonesia.
“Temuan terbaru dari laporan AI Economy Opportunity Report, yang kami bagikan hari ini menunjukkan bahwa adopsi AI generatif di sektor media saja sudah punya potensi menghasilkan Rp66 triliun per tahun,” kata Veronica saat peluncuran laporan tersebut.
Peningkatan Produktivitas Pekerja Kreatif
Laporan tersebut juga menyoroti peningkatan produktivitas yang signifikan. Pekerja di sektor kreatif diperkirakan dapat menghemat rata-rata 390 jam kerja per tahun, atau setara dengan sekitar 50 hari kerja, melalui penggunaan AI generatif. Waktu yang dihemat ini dapat dialokasikan untuk fokus pada proses kreatif inti, seperti pengembangan ide dan penyusunan cerita.
Ekspansi Pasar Global untuk Kreator Indonesia
Selain mendongkrak produktivitas, teknologi AI dinilai mampu memperluas pasar bagi kreator Indonesia. Fitur-fitur seperti penerjemahan otomatis, pembuatan takarir (subtitle), dan sulih suara (dubbing) memungkinkan konten lokal menjangkau audiens global. Pemanfaatan teknologi ini diproyeksikan dapat menghasilkan nilai ekspor kreatif hingga Rp6,7 triliun per tahun.
Tingkat Adopsi AI Indonesia di Atas Amerika Serikat
Google mencatat tingkat adopsi AI di Indonesia tergolong tinggi dibandingkan negara lain. Sebanyak 63 persen pengguna AI di Indonesia merupakan pengguna tingkat menengah hingga mahir. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan Amerika Serikat yang berada di level 46 persen. Hal ini menunjukkan kesiapan masyarakat Indonesia dalam mengadopsi teknologi baru.
Kontribusi Ekosistem Kreatif YouTube
Dalam laporan yang sama, Google juga menyoroti kontribusi ekosistem kreatif YouTube. Sepanjang tahun 2025, platform tersebut berkontribusi lebih dari Rp8,4 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan mendukung lebih dari 190.000 pekerjaan penuh waktu. Sebanyak 81 persen kreator Indonesia juga memanfaatkan YouTube untuk membagikan budaya, musik, dan karya mereka kepada audiens global.
Komitmen Google untuk Ekosistem AI Indonesia
Google menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan ekosistem AI di Indonesia. Dukungan ini akan direalisasikan melalui penyediaan teknologi, program peningkatan keterampilan, serta penguatan keamanan platform guna mendukung pertumbuhan ekonomi digital nasional.
“Saat kita memasuki era AI, sinergi antara teknologi dan kreativitas manusia menjadi jauh lebih penting dari sebelumnya. Untuk mewujudkan potensi secara maksimal, kita harus bekerja sama secara kolaboratif guna memastikan ekosistem digital kita tetap terbuka, inklusif, dan aman bagi semua orang,” ujar Veronica.
“`
