Gubernur Sumut Bobby Nasution Ajak DPRD Awasi Langsung Pembangunan di Kepulauan Nias
Gubernur Sumut Bobby Nasution Ajak DPRD untuk melakukan pengawasan langsung terhadap pembangunan di Kepulauan Nias. Langkah ini diambil sebagai bentuk
Gubernur Sumut Bobby Nasution Ajak DPRD Awasi Pembangunan Nias
Kabarteras.com – Gubernur Sumut Bobby Nasution Ajak DPRD untuk melakukan pengawasan langsung terhadap pembangunan di Kepulauan Nias. Langkah ini diambil sebagai bentuk kolaborasi antara pemerintah provinsi dan lembaga legislatif dalam mempercepat kemajuan wilayah tertinggal. Kehadiran para anggota DPRD di lokasi pembangunan bukan atas perintah, melainkan inisiatif mandiri mereka untuk mendampingi proses pembangunan.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Bobby Nasution saat berada di Kota Gunungsitoli, Rabu. Menurutnya, para wakil rakyat ingin menemani dan melihat langsung berbagai program yang sedang dijalankan. “Kemarin mereka bertanya apa saja yang dilakukan selama berkantor di Nias. Jadi, ini bukan memboyong, tapi mereka ingin menemani saya,” jelas Gubernur Sumut Bobby Nasution Ajak DPRD dalam kesempatan tersebut.
Anggota DPRD Mengawasi Langsung di Lapangan
Sebanyak tujuh anggota DPRD Sumatera Utara tercatat mengikuti kegiatan pengawasan ini. Di antara mereka terdapat Ketua Komisi D DPRD Sumut Timbul Jaya Hamonangan Sibarani serta Sekretaris Komisi D DPRD Sumut Defri Noval Pasaribu. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen legislatif dalam mengawasi program pembangunan daerah.
Gubernur menyatakan kesiapannya untuk diawasi secara langsung di lapangan. “Walaupun sudah saya sampaikan, mereka ingin melihat langsung di lapangan. Makanya, kita bawa mereka melihat bersama-sama. Mereka juga bisa mengawasi kerja kita di lapangan, dan kami siap diawasi. Inilah semangat kolaborasi,” tegas Bobby Nasution.
Apresiasi dari Komisi D DPRD
Timbul Jaya Hamonangan Sibarani memberikan apresiasi atas langkah Gubernur Bobby Nasution yang kembali berkantor di Kepulauan Nias. Menurutnya, hal ini merupakan terobosan yang belum pernah dilakukan oleh gubernur-gubernur sebelumnya. Program ini dinilai sebagai langkah strategis dalam mengurangi ketertinggalan wilayah.
“Ini Gubernur pertama berkantor di Nias. Selama ini hanya kunjungan biasa. Kami apresiasi semangat Gubernur membangun daerah tertinggal, seperti Nias dan Sipiongot. Ini harus kita akui, dan kami akan terus mendukung,” jelas Timbul.
Sementara itu, Defri Noval Pasaribu menilai program tersebut sebagai model baru yang mendekatkan pemerintah provinsi dengan masyarakat. Kehadiran langsung Gubernur di lapangan dinilai memungkinkan penanganan lebih cepat terhadap berbagai persoalan, mulai dari infrastruktur, pendidikan, hingga kesehatan.
“Ini model baru yang dilakukan oleh Gubernur agar lebih dekat dengan masyarakat. Gubernur ingin memangkas ketertinggalan Kepulauan Nias, sehingga masyarakat dapat merasakan langsung kehadiran pemerintah provinsi,” kata Defri.
Defri menambahkan bahwa kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sumut dan DPRD Sumut menjadi faktor penting dalam memastikan program pembangunan berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Pihaknya memastikan DPRD Sumut terus mendukung program-program yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu program yang didukung adalah pendidikan gratis bagi siswa SMA dan SMK. Program ini diharapkan dapat diperluas ke seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Utara seiring membaiknya kondisi keuangan daerah. Informasi lebih lanjut mengenai program pendidikan dapat dilihat melalui halaman pendidikan Republika.
Program berkantor di Kepulauan Nias ini sendiri telah dijalankan Bobby Nasution untuk kedua kalinya. Sebelumnya, ia berkantor di sana pada 15 sampai 20 Juli 2026. Langkah ini menunjukkan konsistensi pemerintah provinsi dalam memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan di wilayah kepulauan.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Program Nias
1. Kapan Gubernur Sumut Bobby Nasution Ajak DPRD pertama kali ke Nias? Gubernur Sumut Bobby Nasution Ajak DPRD untuk pertama kalinya pada 15 sampai 20 Juli 2026. Program ini kemudian dijalankan kembali sebagai bentuk komitmen berkelanjutan.
2. Berapa jumlah anggota DPRD yang mengikuti pengawasan langsung? Sebanyak tujuh anggota DPRD Sumatera Utara mengikuti kegiatan pengawasan langsung di Kepulauan Nias, termasuk Ketua dan Sekretaris Komisi D.
3. Apa saja program prioritas yang diawasi? Program prioritas yang diawasi meliputi infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Salah satu program unggulan adalah pendidikan gratis bagi siswa SMA dan SMK.
4. Mengapa program berkantor di Nias dianggap terobosan? Program ini dianggap terobosan karena merupakan pertama kalinya seorang gubernur berkantor langsung di Nias, bukan sekadar melakukan kunjungan biasa.
5. Bagaimana peran DPRD dalam mendukung program pembangunan? DPRD Sumut memastikan dukungan penuh terhadap program-program yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengawasan dan kolaborasi aktif.
