Skip to content
News

Hornbills Rebut Gim Keempat – Paksa Final IBL Ditentukan pada Gim Kelima di Markas Pelita Jaya

Matthew Miller - kabarteras.com 3 mins read

Hornbills Rebut Gim Keempat, Final IBL Masih Berlangsung di Gim Kelima Hornbills Rebut Gim Keempat - Dalam pertandingan final IBL 2026 yang berlangsung di GOR

Hornbills Rebut Gim Keempat – Paksa Final IBL Ditentukan pada Gim Kelima di Markas Pelita Jaya

Hornbills Rebut Gim Keempat, Final IBL Masih Berlangsung di Gim Kelima

Hornbills Rebut Gim Keempat – Dalam pertandingan final IBL 2026 yang berlangsung di GOR Laga Tangkas, Bogor, pada Jumat (26/6/2026), Bogor Hornbills berhasil memperoleh kemenangan pada gim keempat. Skor 85-72 membawa mereka ke posisi imbang 2-2 dengan Pelita Jaya Jakarta, yang akan menentukan pemenang IBL 2026 pada gim kelima di kandang PJ Arena, Kuningan, Jakarta Selatan, Ahad (28/6/2026). Pertandingan ini menjadi titik balik yang mengubah arah permainan antara dua tim kuat.

Kemenangan Hornbills Dipicu Konsistensi Pada Awal Laga

Pertandingan hidup-mati ini dimulai dengan dominasi yang jelas dari Bogor Hornbills. Tim asal Bogor langsung menunjukkan intensitas tinggi dengan mengambil alih kendali permainan sejak awal laga. Mereka memimpin 5-0 dan tetap menguasai jalannya pertandingan hingga menutup kuarter pertama. Kemenangan ini menjadi pernyataan bahwa Hornbills siap menghadapi babak final dengan mental yang tangguh.

Walaupun Pelita Jaya Jakarta sempat menyamakan skor 19-19 di akhir kuarter pertama berkat kontribusi Andakara Prastawa, Brandon Jawato, dan Darious Moten, tim tuan rumah segera bangkit pada kuarter kedua. Lima tembakan tiga angka yang berhasil masuk menjadi penentu perbedaan, memperlebar jarak menjadi 47-38. Dominasi ini terus berlanjut hingga akhir pertandingan.

Strategi Pertahanan dan Penyerangan yang Terukur

Kemenangan Hornbills pada gim keempat didukung oleh strategi pertahanan yang ketat dan penyerangan yang terarah. Pelatih Cesar Camara Perez menjelaskan bahwa timnya fokus pada penggunaan ruang di low post serta pengendalian tempo permainan. “Kami memulai dengan beberapa tembakan bebas dan memastikan zona pertahanan tidak mudah ditembus,” katanya. Performa ini menunjukkan konsistensi yang berkelanjutan sejak babak pertama.

Di sisi lain, Pelita Jaya Jakarta mengakui kesulitan mengembangkan serangan dalam pertandingan tersebut. Meski mencoba menekan, mereka gagal memperoleh titik balik yang signifikan. “Energi kami tidak cukup untuk menyaingi agresivitas mereka sejak awal,” kata pelatih David Singleton. Namun, ia menegaskan bahwa timnya akan menyesuaikan strategi dan berusaha memperbaiki performa di gim kelima.

Performa Pemain Jadi Kunci Keberhasilan

Stephaun Branch menjadi bintang kemenangan Hornbills dengan torehan 37 poin. Ia juga mencetak tujuh poin beruntun di awal kuarter ketiga, yang memberi tekanan besar pada Pelita Jaya. Travin Thibodeaux, salah satu pemain kunci tuan rumah, memberikan kontribusi 22 poin, sementara Perrin Buford menunjukkan permainan solid di kubu lawan.

Di sisi lain, Fhirdan Guntara dan Daniel Wenas menegaskan pentingnya mentalitas tim. “Kami selalu berpikir menang, dan setiap pertahanan yang kuat akan memicu serangan yang baik,” ujarnya. Keyakinan ini menjadi alat yang mendukung konsistensi performa dalam pertandingan yang sangat penting.

Analisis Statistik dan Kualitas Permainan

Statistik pertandingan menunjukkan perbedaan kualitas antara kedua tim. Hornbills mencatat akurasi tembakan dua angka sebesar 67% dan tripon 34%, sementara Pelita Jaya hanya mampu mencetak empat dari 22 tembakan tiga angka, atau 18%. Ini mencerminkan kemampuan teknis yang lebih baik dari tim asal Bogor, terutama dalam pengambilan poin dan kontrol bola.

Pelita Jaya Jakarta, meski kalah dalam pertandingan keempat, tetap menunjukkan kemampuan bertahan. Mereka mencatat angka 47-38 di kuarter pertama dan memperkecil ketertinggalan hingga 64-50 di awal kuarter ketiga. Namun, kegagalan untuk memperbaiki performa di kuarter terakhir membuat mereka harus mengakui kemenangan Hornbills.

Dengan hasil ini, final IBL 2026 semakin memanas. Pertandingan keempat menjadi bukti bahwa konsistensi dan mentalitas tim sangat berpengaruh dalam menentukan pemenang. Sejumlah pemain dan pelatih pun mulai menegaskan fokus pada gim kelima sebagai kesempatan terakhir untuk meraih gelar juara musim ini.

Join the discussion