Skip to content
News

Houthi Bombardir Saudi Aramco di Kota Jizan dan Yanbu

Betty Thomas - kabarteras.com 2 mins read

Konflik antara Yaman dan Arab Saudi kembali memanas setelah kelompok militan Houthi mengklaim telah melancarkan serangan terhadap infrastruktur minyak milik

Houthi Bombardir Saudi Aramco di Kota Jizan dan Yanbu

Houthi Bombardir Saudi Aramco di Kota Jizan dan Yanbu

Kabarteras.com – Konflik antara Yaman dan Arab Saudi kembali memanas setelah kelompok militan Houthi mengklaim telah melancarkan serangan terhadap infrastruktur minyak milik Saudi Aramco. Serangan ini terjadi di dua lokasi strategis, yaitu Jizan dan Yanbu, yang merupakan kota-kota penting di Arab Saudi. Sebelumnya, koalisi yang dipimpin Arab Saudi mengebom Pelabuhan Hodeih pada hari Jumat, dan peristiwa tersebut memicu serangan balasan dari kelompok militan Yaman. Pada Sabtu, 25 Juli 2026, klaim serangan terhadap fasilitas Aramco ini menjadi berita utama yang menarik perhatian dunia internasional.

Respons Juru Bicara Houthi

Brigadir Jenderal Yahya Saree, selaku juru bicara resmi Houthi, menanggapi serangan terhadap Hodeih dengan menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari upaya Riyadh untuk memperpanjang blokade terhadap penduduk Yaman serta melanggar kedaulatan negara tersebut. Dalam pernyataannya, Saree menekankan bahwa Houthi tidak akan diam saja terhadap tindakan yang dianggap provokatif oleh kelompok militan ini.

“Ini adalah upaya Saudi untuk melanjutkan blokade terhadap rakyat kami dan pelanggaran kedaulatan Yaman,” ujar Saree.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa Houthi akan memberikan tanggapan sesuai dengan tingkat eskalasi yang terjadi. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai jaminan bahwa kelompok militan tidak akan diam saja terhadap tindakan yang dianggap provokatif. Dengan kata lain, setiap aksi dari Arab Saudi akan diimbangi dengan respons yang setara dari pihak Houthi.

“Kami akan merespons eskalasi dengan eskalasi,” tegasnya.

Serangan terhadap Saudi Aramco di Kota Jizan dan Yanbu ini menunjukkan bahwa konflik di kawasan Timur Tengah masih terus berlanjut. Kedua kota tersebut merupakan pusat industri minyak yang vital bagi perekonomian Arab Saudi. Jika serangan benar-benar terjadi, dampaknya bisa sangat signifikan terhadap pasokan minyak global dan stabilitas harga energi di pasar internasional.

Hingga saat ini, Arab Saudi belum memberikan konfirmasi resmi terkait klaim Houthi mengenai serangan terhadap fasilitas Aramco. Namun, langkah preventif telah diambil dengan mengeluarkan peringatan darurat di kedua kota tersebut pada Sabtu pagi sebagai antisipasi potensi ancaman lebih lanjut. Warga dan pekerja di sekitar fasilitas minyak diminta untuk tetap waspada dan mengikuti prosedur keselamatan yang berlaku.

Konflik ini juga memiliki dimensi politik yang lebih luas, mengingat peran Arab Saudi dan Iran dalam persaingan regional. Houthi, yang didukung oleh Iran, telah lama menjadi lawan utama Arab Saudi dalam konflik Yaman. Serangan terbaru ini dapat menjadi pertanda bahwa ketegangan antara kedua negara akan terus meningkat dalam waktu dekat. Dunia internasional kini menantikan perkembangan lebih lanjut dari situasi ini, terutama bagaimana Arab Saudi akan merespons jika klaim Houthi terbukti benar.

Join the discussion