Skip to content
News

Ini Sikap Resmi Indonesia Terkait Aneksasi Zionis di Masjid al-Aqsa

Betty Thomas - kabarteras.com 3 mins read

Amman — Indonesia secara tegas mengecam tindakan kekerasan terstruktur yang dilakukan Israel terhadap kompleks Masjidil al-Aqsa beserta wilayah sekitarnya di

Ini Sikap Resmi Indonesia Terkait Aneksasi Zionis di Masjid al-Aqsa

Posisi Indonesia Soal Aneksasi Zionis di Masjid al-Aqsa

Kabarteras.com – Amman — Indonesia secara tegas mengecam tindakan kekerasan terstruktur yang dilakukan Israel terhadap kompleks Masjidil al-Aqsa beserta wilayah sekitarnya di Palestina. Brutalisme yang melibatkan kelompok ekstrem Yahudi serta militer Zionis tersebut dianggap sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional.

Indonesia juga menegaskan kembali dukungannya kepada Kerajaan Hasyimiyah Yordania yang berperan sebagai negara wali amanat dalam menjaga keberadaan Masjidil al-Aqsa.

Perwakilan Indonesia di Pertemuan Menteri Luar Negeri

Keterangan resmi ini disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir saat mewakili Indonesia dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri Negara-Negara Arab dan Islam yang diselenggarakan di Amman, Yordania.

Indonesia mengecam dan menegaskan kekerasan warga Israel dan pelanggaran hukum internasional oleh Israel di wilayah Palestina, termasuk di Yerusalem Timur, Kompleks Masjid al-Aqsa, dan Tepi Barat.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui siaran pers kepada Republika di Jakarta pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Inisiatif Yordania Menyikapi Krisis Palestina

Pertemuan para menteri luar negeri ini diinisiasi oleh Yordania menyusul memburuknya situasi di Yerusalem dan Tepi Barat. Baru-baru ini, para tokoh pemerintahan Zionis mengkampanyekan dan mensponsori kelompok-kelompok ekstrem serta warga Yahudi di Israel untuk mengambil alih lahan-lahan milik warga Palestina di Yerusalem Timur dan Tepi Barat.

Dengan dukungan personel militer bersenjata, kelompok-kelompok ekstrem Yahudi di Israel mengepung dan berusaha mengambil alih penguasaan Masjidil al-Aqsa. Aksi sepihak Israel ini memicu kekerasan yang berujung pada perlawanan warga Palestina untuk bertahan.

Situasi tersebut mendorong Yordania mengambil sikap untuk mempertahankan statusnya sebagai negara penjaga Masjidil al-Aqsa. Kerajaan Yordania kemudian mengundang negara-negara Arab dan Islam, termasuk Indonesia, untuk membahas dan mengambil sikap bersama atas perkembangan yang terjadi di Tanah Palestina.

Kekhawatiran Terhadap Pemukiman Zionis

Wamenlu Arrmanatha dalam penyampaian sikap resmi Indonesia menegaskan bahwa Israel dengan kekuatan militernya semakin terang-terangan melakukan pelanggaran hukum internasional.

Indonesia turut merasakan kekhawatiran mendalam yang kita semua rasakan di sini, bahwa semakin banyak gerakan pemukiman-pemukiman zionis yang melewati gerbang situs-situs suci di bawah pengawalan tentara yang seharusnya menjaga perdamaian.

Di seluruh Tepi Barat, pola yang sama terus berlanjut dengan kekebalan atas tindakan yang tegas. Semakin banyak tanah yang dirampas, semakin banyak pemukiman yang dibangun. Indonesia mengutuk tindakan-tindakan ini.

Indonesia menegaskan bahwa agresi gamblang yang dilakukan Zionis Israel di kompleks Masjidil al-Aqsa, Yerusalem, maupun di Tepi Barat tidak dapat diterima dan tidak boleh dinormalisasi.

Dukungan Penuh Terhadap Status Yordania dan Kemerdekaan Palestina

Arrmanatha menegaskan bahwa Indonesia berada pada posisi terang mendukung penuh status Kerajaan Hasyimiyah Yordania sebagai negara penjaga Kompleks Masjidil al-Aqsa. Indonesia juga kembali memastikan posisi yang tak berubah dalam mendukung perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara itu.

Indonesia kembali menegaskan dukungan terhadap Hashemite custodianship atas tempat-tempat suci di Jerussalem termasuk al-Haram al-Syarif, serta kemerdekaan negara Palestina.

Indonesia Ajak Negara Islam dan Arab Hilangkan Perpecahan

Selain Indonesia, dalam pertemuan di Yordania juga turut hadir menteri-menteri dan wakil-wakil menteri luar negeri dari Aljazair, Arab Saudi, Irak, Mesir, Turki, Tunisia, Somalia, Pakistan, Maroko, Malaysia, Palestina, dan Qatar. Sekretaris Jenderal Liga Arab pun turut hadir dalam pertemuan darurat tersebut.

Indonesia dalam sikap resminya kembali mengingatkan negara-negara Islam dan Arab agar melupakan pola-pola politik lama yang hingga kini membuat persatuan menjadi bubar.

Indonesia mengajak negara-negara Arab dan Islam melihat realitas geopolitik di kawasan saat ini. Kata Arrmanatha, lanskap politik di kawasan Timur Tengah saat ini berubah ke arah yang drastis karena terjadinya peningkatan aktivitas pemukiman ilegal yang dimotori zionis di Tepi Barat, dan agresi genosida yang dilakukan zionis Israel di Gaza, juga invansi Israel ke wilayah Suriah dan Lebanon.

Pun itu ditambah dengan eskalasi militer tinggi antara Amerika Serikat (AS) bersama Zionis Israel terhadap R

Frequently Asked Questions

What is Ini Sikap Resmi Indonesia Terkait Aneksasi?

Ini Sikap Resmi Indonesia Terkait Aneksasi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Ini Sikap Resmi Indonesia Terkait Aneksasi matter?

Ini Sikap Resmi Indonesia Terkait Aneksasi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Join the discussion