Kepala BGN: Saya Gemas Lihat Komentar di Medsos Seolah MBG Habis-habiskan Anggaran Negara
Kepala BGN , Sudaryono, secara resmi memberikan penjelasan mendalam mengenai persepsi masyarakat yang berkembang di berbagai platform media sosial. Ia
Kepala BGN Klarifikasi Isu Anggaran MBG di Media Sosial
Kabarteras.com – Kepala BGN, Sudaryono, secara resmi memberikan penjelasan mendalam mengenai persepsi masyarakat yang berkembang di berbagai platform media sosial. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak serta-merta menguras seluruh dana negara atau menghentikan berbagai inisiatif pemerintah yang sudah berjalan selama ini.
Menurut Kepala BGN, banyak warganet yang mengira anggaran negara habis sepenuhnya untuk MBG, sehingga program lain seperti penyediaan pupuk, perbaikan sekolah, irigasi, hingga pembangunan jembatan, tidak berjalan sebagaimana mestinya. Persepsi ini muncul karena program MBG mendapat perhatian besar dari publik.
Program Pembangunan Tetap Berjalan Paralel
Kepala BGN menekankan bahwa berbagai program pembangunan tetap berjalan secara bersamaan di berbagai sektor. Ia mencontohkan sektor pertanian yang menjadi prioritas utama. Sebelum program MBG berjalan, persoalan ketersediaan pupuk juga telah menjadi perhatian serius pemerintah.
“Saya gemas juga melihat komentar di media sosial seolah-olah MBG ini menghabiskan anggaran negara. Terus seolah-olah ini kurang, itu kurang. Padahal, program-program lain tetap dikerjakan,” ujar Kepala BGN dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.
Bahkan, setelah anggaran pemerintah dialokasikan untuk MBG, pemerintah tetap melakukan upaya untuk mencukupi kebutuhan pupuk dan memberikan kebijakan harga yang lebih terjangkau bagi petani. Hal ini menunjukkan bahwa Kepala BGN dan timnya memastikan tidak ada program yang terganggu.
Hal serupa, kata dia, juga terjadi pada pembangunan dan revitalisasi jaringan irigasi. Pemerintah tetap mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki infrastruktur pertanian tersebut meskipun program MBG membutuhkan anggaran yang besar. Kepala BGN menjelaskan bahwa alokasi anggaran dilakukan secara proporsional.
“Sudah ada anggaran yang dipakai untuk MBG, kemudian pupuk dicukupi, harganya didiskon. Dulu tidak ada MBG, banyak jaringan irigasi yang rusak. Sekarang ada MBG, tetap ada revitalisasi irigasi,” kata Kepala BGN.
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline) yang mengabadikan pernyataan resmi tersebut.
Dengan klarifikasi ini, Kepala BGN berharap masyarakat dapat memahami bahwa program MBG tidak menggantikan program-program lain, melainkan berjalan beriringan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia secara menyeluruh.
