Skip to content
News

Key Discussion: Model Manajemen Royalti Musik LMKN Indonesia Jadi Rujukan Malaysia

Betty Thomas - kabarteras.com 2 mins read

Key Discussion: Model Manajemen Royalti Musik LMKN Indonesia Jadi Rujukan Malaysia Key Discussion - Dalam Key Discussion yang diadakan di Kuala Lumpur, para

Key Discussion: Model Manajemen Royalti Musik LMKN Indonesia Jadi Rujukan Malaysia

Key Discussion: Model Manajemen Royalti Musik LMKN Indonesia Jadi Rujukan Malaysia

Key Discussion – Dalam Key Discussion yang diadakan di Kuala Lumpur, para pejabat Malaysia mengapresiasi keberhasilan Indonesia dalam menerapkan sistem royalti musik melalui LMKN (Lembaga Manajemen Karya Naskah) sebagai model yang bisa diadopsi. Sistem ini dinilai efektif dalam mengatasi kesenjangan struktural yang selama ini menghambat transparansi dan keadilan distribusi royalti di industri musik negara tersebut.

LMKN, yang dibentuk sebagai badan pengelola royalti penampilan publik, telah menunjukkan performa kuat dengan mengumpulkan dana tahunan hampir RM200 juta, setara dengan Rp878 miliar. Dalam Key Discussion, perwakilan Malaysia menekankan bahwa keberhasilan ini menunjukkan kekuatan model manajemen royalti yang diintegrasikan dengan pemerintah, sehingga menjadi referensi untuk mereformasi sistem di negara mereka.

Keluhan dan Kesenjangan Sistem Royalti Malaysia

Industri musik Malaysia telah lama menghadapi tantangan serius, seperti kekurangan transparansi dalam penyaluran royalti, biaya administrasi yang tinggi, serta struktur pengumpulan yang terpecah menjadi beberapa lembaga. Hal ini menyebabkan ketidakpuasan di kalangan pelaku, termasuk artis, produser, dan organisasi manajemen hak cipta, yang merasa hak mereka tidak terlindungi secara maksimal.

Keluhan ini menjadi sorotan dalam Key Discussion, di mana pembicara menyebutkan bahwa sistem royalti yang ada sering kali mengalami konflik antar pemegang hak. Akibatnya, banyak karya musik tidak mendapatkan pembayaran yang adil. Dengan adanya LMKN sebagai model, Malaysia diberi kesempatan untuk mengubah sistem ini menjadi lebih terpusat dan akuntabel.

“Model manajemen royalti yang diterapkan Indonesia membuktikan bahwa pengawasan pemerintah dapat meningkatkan efisiensi dan kepercayaan masyarakat. Kami berharap ini menjadi dasar reformasi di Malaysia,” ujar Freddie Fernandez, presiden Persatuan Karyawan Malaysia, dalam Key Discussion.

Peran LMKN dalam Mengembangkan Industri Musik Indonesia

LMKN tidak hanya mengelola royalti penampilan publik, tetapi juga berperan aktif dalam memperkuat ekosistem musik nasional. Lembaga ini dibentuk berdasarkan kebijakan pemerintah dan dijalankan secara transparan, dengan data royalti yang tercatat dan diakses oleh semua pihak terkait. Dalam Key Discussion, pihak Malaysia mengakui keunggulan LMKN dalam mengintegrasikan peran pemerintah, organisasi manajemen, dan pelaku industri.

Dalam Key Discussion, pengurus LMKN juga menjelaskan bahwa model ini tidak hanya memperbaiki distribusi royalti, tetapi juga memfasilitasi kolaborasi antar sektor, seperti perekaman, penyiaran, dan penjualan digital. Sistem ini memastikan setiap penggunaan musik diakui dan dibayar secara otomatis, serta mencegah penipuan atau kesenjangan diantara pihak-pihak yang terlibat.

“Key Discussion ini membuktikan bahwa Indonesia punya pengalaman yang bisa dipakai Malaysia. Dengan pendekatan terpusat, kita bisa mengurangi kebingungan dan meningkatkan keadilan dalam industri musik,” tambah salah satu peserta diskusi dari Indonesia.

Menurut laporan, keberhasilan LMKN juga terkait dengan penggunaan teknologi informasi yang canggih. Platform digital yang dikelola lembaga ini memudahkan pelacakan penggunaan musik dan perhitungan royalti, serta mempercepat proses distribusi. Dalam Key Discussion, pihak Malaysia menilai bahwa model ini bisa menjadi solusi bagi masalah berkepanjangan dalam sektor musik mereka.

Join the discussion