Skip to content
News

Key Strategy: Dosen UBSI Sampaikan Gagasan tentang Pendidikan di Era AI di Bangkok

Susan Johnson - kabarteras.com 3 mins read

rategy dalam Transformasi Pendidikan Era AI di Bangkok Key Strategy, sebuah konsep yang semakin relevan di tengah kecepatan perubahan teknologi, kembali

Key Strategy: Dosen UBSI Sampaikan Gagasan tentang Pendidikan di Era AI di Bangkok

Key Strategy dalam Transformasi Pendidikan Era AI di Bangkok

Key Strategy, sebuah konsep yang semakin relevan di tengah kecepatan perubahan teknologi, kembali menjadi topik utama dalam diskusi internasional. Dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Cicih Nuraeni, yang mengikuti Global Youth Congress 2026 di Bangkok, Thailand, menyoroti pentingnya Key Strategy dalam mendefinisikan pendidikan masa depan. Acara yang diadakan di C ASEAN Ratchada ini menarik partisipasi dari generasi muda, akademisi, dan pemimpin muda dari berbagai negara, serta menjadi panggung untuk menggali strategi pembelajaran yang adaptif terhadap revolusi kecerdasan buatan (AI).

Pendidikan sebagai Fondasi Inovasi Global

Dalam sesi pembicaraannya, Cicih Nuraeni memaparkan gagasan dengan judul “Key Strategy: Pendidikan sebagai Katalis Inovasi di Era AI.” Ia menekankan bahwa pendidikan tidak hanya bertugas menyampaikan pengetahuan, tetapi juga membentuk pola pikir yang mampu menghadapi tantangan tak terduga. Key Strategy, menurutnya, adalah pendekatan holistik yang menggabungkan teknologi dan manusia untuk menciptakan sistem pembelajaran yang berkelanjutan dan bermakna.

“Key Strategy bukan sekadar strategi teknis, tapi visi tentang bagaimana pendidikan bisa menjadi akar dari inovasi global. Di era AI, kita perlu mengimbangi kemajuan teknologi dengan pendekatan pedagogis yang manusiawi,” ujar Cicih saat membuka sesi diskusi di Bangkok.

Cicih juga menyoroti peran pendidikan dalam memperkuat etika dan kecerdasan emosional. Ia menegaskan bahwa meskipun AI dapat menangani tugas-tugas rutin, manusia tetap diperlukan dalam pengambilan keputusan yang berimbang dan berbasis nilai. “Key Strategy mengajak kita untuk membangun kurikulum yang tidak hanya mengasah keterampilan teknis, tetapi juga melatih keberanian, integritas, dan empati,” tambahnya.

Kualitas Pendidikan yang Berorientasi ke Masa Depan

Dalam konteks keberhasilan pendidikan di era digital, Cicih Nuraeni menekankan bahwa Key Strategy harus mencakup adaptasi metode pengajaran yang inklusif dan personal. Ia mengambil contoh hasil penelitian PISA 2022 yang menunjukkan bahwa pola pikir berkembang (growth mindset) menjadi kunci kesuksesan belajar. Key Strategy, menurutnya, adalah cara untuk menanamkan sikap ini melalui desain kurikulum yang responsif terhadap perubahan.

“Key Strategy di UBSI berfokus pada keseimbangan antara teknologi dan manusia. Kami percaya bahwa AI adalah alat, bukan pengganti, dalam proses pembelajaran,” jelas Cicih saat menjelaskan visi kampus digital kreatif yang diusung oleh UBSI.

Acara Global Youth Congress 2026 menjadi momentum penting untuk memperkenalkan Key Strategy kepada audiens internasional. Cicih menyatakan bahwa pendapat Indonesia tentang pendidikan AI mampu diterima oleh komunitas global, terbukti dengan masuknya ke lima besar pembicara terbaik. Ini menegaskan bahwa Key Strategy tidak hanya relevan lokal, tetapi juga menjadi referensi untuk transformasi pendidikan dunia.

Implementasi Key Strategy di Kampus dan Masyarakat

Kebijakan Key Strategy di UBSI mencakup penguatan kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan pihak eksternal. Cicih menjelaskan bahwa kampus harus menjadi pusat inovasi, di mana dosen tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. “Key Strategy memperkuat peran pendidikan sebagai tempat pertumbuhan ide-ide baru yang mampu berdampak pada masyarakat luas,” katanya.

Key Strategy juga diterapkan melalui pendekatan pembelajaran berbasis proyek dan penggunaan teknologi pendukung seperti kelas virtual atau platform pembelajaran interaktif. Cicih menyebutkan bahwa UBSI telah mengintegrasikan AI dalam kurikulum Sastra Inggris, termasuk memanfaatkan alat analisis data untuk menyesuaikan metode pengajaran dengan kebutuhan mahasiswa. “Key Strategy di sini adalah upaya untuk menjadikan pendidikan lebih efektif dan relevan, tanpa mengorbankan nilai-nilai manusiawi,” imbuhnya.

Perspektif Global dan Kemitraan dalam Pendidikan

Dalam sesi diskusi, Cicih Nuraeni menekankan bahwa Key Strategy perlu diimplementasikan secara kolektif, baik oleh kampus maupun masyarakat. Ia mencontohkan kolaborasi antara UBSI dengan lembaga internasional untuk mengembangkan program pelatihan pendidikan AI yang berstandar global. “Key Strategy membutuhkan komitmen bersama untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan,” katanya.

“Di Bangkok, kita melihat bagaimana Key Strategy bisa menjadi jembatan antara pendidikan tradisional dan inovasi digital. Hal ini menginspirasi kami untuk terus memperluas wawasan dan mengadopsi strategi yang berkelanjutan,” ujar Cicih sambil mengapresiasi partisipasi peserta dari berbagai negara.

Acara Global Youth Congress 2026 juga menjadi kesempatan untuk berdiskusi tentang tantangan pendidikan di negara-negara berkembang. Cicih menyoroti bahwa Key Strategy harus disesuaikan dengan konteks lokal, tetapi tetap menjaga konsistensi dengan prinsip global. Dengan pendekatan ini, UBSI berkomitmen untuk menjadi pelopor pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan dunia di era AI.

Join the discussion