Skip to content
News

Key Strategy: Pemkot Banjarmasin Perkuat Pembinaan Produk Halal Lewat Perda Baru

Thomas Martinez - kabarteras.com 3 mins read

tegy - Key Strategy Pemkot Banjarmasin Memperkuat Pembinaan Produk Halal Pemkot Banjarmasin melalui Wali Kota Muhammad Yamin HR menggencarkan Key Strategy

Key Strategy: Pemkot Banjarmasin Perkuat Pembinaan Produk Halal Lewat Perda Baru

Key Strategy –

Key Strategy Pemkot Banjarmasin Memperkuat Pembinaan Produk Halal

Pemkot Banjarmasin melalui Wali Kota Muhammad Yamin HR menggencarkan Key Strategy dalam meningkatkan standardisasi produk halal. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya mengembangkan ekonomi kota berjuluk Seribu Sungai, sekaligus memperkuat ketersediaan makanan dan minuman halal bagi konsumen. Perda baru yang ditetapkan menjadi alat pemerintah daerah untuk memastikan keamanan dan kualitas produk halal, serta mendorong pengembangan UMKM secara berkelanjutan.

Perda Baru sebagai Rencana Penguatan Sertifikasi Halal

Wali Kota Banjarmasin mengungkapkan bahwa Perda tersebut berfokus pada penguatan pembinaan dan fasilitasi bagi pelaku usaha mikro. "Perda ini menjadi bagian dari Key Strategy untuk menjawab kebutuhan pasar dan memperkuat identitas kota sebagai pusat industri halal," jelas Yamin. Dengan adanya regulasi ini, pemerintah mengharapkan lebih banyak UMKM dapat memenuhi standar halal, baik untuk pasar domestik maupun internasional.

Proses implementasi Perda dilakukan secara bertahap, mulai dari sosialisasi ke berbagai sektor usaha. Pemkot Banjarmasin juga menyiapkan program pelatihan serta pemeriksaan kelayakan produk secara rutin. Dengan adanya Key Strategy ini, seluruh proses pembinaan akan lebih terarah dan memudahkan para pelaku usaha mikro dalam memperoleh sertifikasi halal.

Tingkatkan Sertifikasi Halal untuk 150 UMKM Tahun Ini

Pada tahun ini, Pemkot Banjarmasin menargetkan 150 UMKM untuk mendapatkan sertifikasi halal, mengejar rekor 300 IKM yang sukses diberdayakan pada tahun lalu. "Kita akan tingkatkan fasilitasi hingga melebihi tahun lalu," tambah Yamin optimistis. Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja terus mengawasi keberhasilan program ini, dengan jumlah UMKM yang sudah memiliki NIB mencapai 59.193 unit.

Key Strategy ini tidak hanya membantu pengusaha lokal tetapi juga meningkatkan daya saing produk halal Banjarmasin. Dengan pendekatan holistik, Pemkot berharap dapat menciptakan ekosistem usaha yang lebih inklusif, terutama untuk pengusaha muda dan pengusaha perempuan. Sertifikasi halal yang terjangkau akan menjadi akselerator pertumbuhan ekonomi kota, terutama di sektor kuliner.

"Dengan Key Strategy ini, Banjarmasin dapat membangun identitas sebagai kota yang religius dan mandiri," kata anggota DPRD Kota Banjarmasin Hj Masriyah. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam memaksimalkan manfaat sertifikasi halal, terutama untuk mendorong pariwisata kuliner.

Kemitraan dengan BPJPH untuk Memperkuat Standardisasi

Perda baru juga menjadi bentuk kerja sama lebih erat dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Pemkot Banjarmasin berkomitmen untuk mengoptimalkan fasilitas penilaian produk halal, sehingga para pelaku usaha tidak kesulitan memenuhi persyaratan. Key Strategy ini selaras dengan Program Wajib Halal Oktober (WHO) 2026, yang menjadi target nasional untuk meningkatkan penetrasi produk halal di pasar.

Dalam jangka panjang, kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk lokal dan menjaga kepercayaan konsumen. Pemkot Banjarmasin juga berencana menambahkan layanan penilaian berbasis teknologi untuk mempercepat proses sertifikasi. Konsistensi dalam penerapan Key Strategy menjadi kunci utama dalam mewujudkan ekosistem usaha halal yang berkelanjutan.

Manfaat Strategi Ini bagi Perekonomian Kota

Langkah pembinaan produk halal melalui Perda baru dianggap sangat strategis dalam meningkatkan perekonomian Banjarmasin. Dengan memperkuat kehalalan produk, kota ini dapat menjadi destinasi utama bagi wisatawan yang mengutamakan konsumsi halal. Selain itu, Kepala Dinas Koperasi menjelaskan bahwa program ini juga akan meningkatkan kualitas pelayanan kebersihan di berbagai sektor usaha.

Key Strategy ini turut memberikan dampak positif terhadap pelaku usaha mikro, terutama dalam meningkatkan akses pasar dan nilai tambah produk. Dengan dukungan pemerintah, UMKM di Banjarmasin diberi peluang untuk bersaing di tingkat nasional, seiring kebijakan halal yang semakin diterima luas di Indonesia. Pemkot juga berencana memberikan insentif tambahan bagi usaha yang berhasil mendapatkan sertifikasi.

Join the discussion