Key Strategy: Prabowo Ungkap Pernah Blokir Upaya Penjualan BUMN Pertahanan ke Asing
Key Strategy: Prabowo Blokir Penjualan BUMN Pertahanan ke Asing Key Strategy menjadi poin utama dalam pernyataan Prabowo Subianto saat ia membahas kebijakan
Key Strategy: Prabowo Blokir Penjualan BUMN Pertahanan ke Asing
Key Strategy menjadi poin utama dalam pernyataan Prabowo Subianto saat ia membahas kebijakan pembangunan industri pertahanan nasional. Pada kesempatan tersebut, mantan menteri pertahanan yang kini menjabat sebagai presiden mengungkapkan bahwa ia pernah menghambat upaya penjualan perusahaan milik negara (BUMN) di sektor pertahanan ke luar negeri. Dalam pidatonya, Prabowo menekankan pentingnya menjaga kemandirian industri pertahanan dalam negeri sebagai bagian dari kebijakan strategis jangka panjang.
Strategi Blokir Penjualan BUMN Pertahanan
Prabowo menjelaskan bahwa sejumlah perusahaan strategis, seperti PT PAL, PT Pindad, dan PT DI, sempat diabaikan secara sistematis oleh pemerintahan sebelumnya. “Banyak perusahaan dipandang sebagai target penjualan ke asing, dan saya melarangnya,” ujar Prabowo dalam acara peresmian Bendungan Meninting di Lombok Barat. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk mencegah dominasi asing dalam industri yang vital bagi keamanan nasional.
Key Strategy yang diterapkan Prabowo selama periode kepemimpinannya sebagai menteri pertahanan (2019-2024) berhasil mengubah arah kebijakan BUMN pertahanan. Dalam waktu kurang dari lima tahun, perusahaan-perusahaan tersebut tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang pesat. Prabowo menyoroti pencapaian internasional yang diraih sektor ini, terutama setelah dibawah naungan Defend ID, holding yang didirikan pada 2022.
Sebagai contoh, PT Pindad telah mencapai kesepakatan besar dengan Kerajaan Arab Saudi. Perusahaan ini akan memproduksi senapan dan senapan mesin untuk pasukan keamanan negara tersebut, menunjukkan kesiapan industri dalam negeri untuk bersaing secara global. Key Strategy ini juga terlihat dalam transformasi PT PAL Indonesia, yang sebelumnya hanya memproduksi kapal rumah sakit, kini berkembang menjadi produsen kapal tempur dan kapal selam mutakhir.
Proyek pemesanan dua kapal selam kelas Scorpene yang dipesan oleh pemerintah menjadi bukti kesuksesan Key Strategy. Proses fabrikasi fisik kapal-kapal tersebut dimulai pada Juli 2020, dengan kerja sama bersama Naval Group dari Prancis. Prabowo menegaskan bahwa pengembangan BUMN pertahanan tidak hanya bertujuan untuk memperkuat kekuatan militer, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam meningkatkan ketahanan ekonomi nasional.
Dalam rangka memperkuat posisi BUMN pertahanan, Prabowo juga menyoroti peran kemitraan strategis dengan pihak asing. Ia menekankan bahwa pemblokiran penjualan BUMN tidak berarti menutup kemungkinan kerja sama, tetapi justru memastikan bahwa pengambilalihan teknologi dan keahlian dilakukan secara terukur. Key Strategy ini membantu menjaga keberlanjutan investasi dalam sektor pertahanan sekaligus membangun kapasitas lokal.
Ke depan, Prabowo berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan BUMN pertahanan. Ia mengatakan bahwa kesuksesan sejauh ini adalah awal dari perjalanan panjang dalam mewujudkan kekuatan pertahanan yang mandiri. “Key Strategy ini akan menjadi fondasi untuk memperkuat kemampuan industri dalam negeri di kancah internasional,” tegasnya. Dengan penekanan pada penguasaan teknologi dan pemasaran global, Prabowo optimis BUMN pertahanan akan menjadi salah satu pilar utama perekonomian dan keamanan negara.
