Skip to content
News

Kutuk Aneksasi Masjid Al-Aqsa oleh Zionis, RI Serukan Negara Muslim Bersatu

Betty Thomas - kabarteras.com 4 mins read

AMMAN — Dalam pertemuan darurat yang diselenggarakan di Yordania, Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai pendukung kuat Kerajaan Hasyimiyah Yordania

Kutuk Aneksasi Masjid Al-Aqsa oleh Zionis, RI Serukan Negara Muslim Bersatu

Indonesia Tekankan Persatuan Muslim dalam Hadapi Aneksasi Zionis di Masjid Al-Aqsha

Kabarteras.com – AMMAN — Dalam pertemuan darurat yang diselenggarakan di Yordania, Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai pendukung kuat Kerajaan Hasyimiyah Yordania. Negara ini berperan sebagai penjaga utama bagi Masjidil al-Aqsha serta berbagai situs keagamaan penting yang terletak di kota Jerussalem. Pernyataan tegas tersebut diungkapkan oleh delegasi Indonesia pada Rabu, 5 Agustus 2026, di hadapan para perwakilan negara-negara Islam dan Arab.

Konferensi ini merupakan respons langsung terhadap serangkaian pelanggaran yang dilakukan oleh otoritas serta militer Israel. Pihak-pihak tersebut berupaya mengepung dan menguasai kompleks suci yang berada di wilayah Palestina. Pertemuan ini dihadiri oleh kurang lebih 13 delegasi dari negara-negara Arab dan Islam, termasuk perwakilan Liga Arab.

Perwakilan Indonesia dan Pesan Presiden Prabowo

Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir hadir sebagai perwakilan Indonesia dalam forum tersebut. Ia menyampaikan kembali pesan yang telah disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Pesan tersebut menegaskan bahwa Indonesia akan terus mempertahankan sikap politik luar negerinya dalam perjuangan bersama demi kemerdekaan Palestina.

“Kami mendukung penuh peran penjagaan (custodianship) Kerajaan Hasyimiyah Yordania atas situs-situs suci di Jerusssalem, termasuk al-Haram al-Sharif, serta mendukung negara Palestina yang merdeka sejalan dengan hukum internasional,” demikian pernyataan resmi Indonesia yang disampaikan Wamenlu Arrmanatha kepada Republika.

Indonesia juga menyatakan kekecewaan mendalam terhadap tindakan terstruktur yang dilakukan oleh otoritas dan militer Israel. Tindakan tersebut melibatkan akomodasi dan komando terhadap kelompok-kelompok ekstrem Zionis. Kelompok-kelompok ini membangun pemukiman-pemukiman Yahudi di sekitar kompleks suci Masjid al-Aqsha.

Pidato Lengkap Wamenlu Arrmanatha Nasir

Dalam pidatonya, Wamenlu Arrmanatha menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kerajaan Hasimiyah Yordania. Negara tersebut telah menyelenggarakan pertemuan penting ini dengan penuh keramahan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf dari Menteri Luar Negeri Sugiono yang tidak dapat hadir pada hari tersebut.

Indonesia menegaskan bahwa posisinya sederhana, teguh, dan tanpa keraguan. Dukungan penuh diberikan kepada peran penjagaan Kerajaan Hasyimiyah Yordania atas situs-situs suci di Jerussalem, termasuk al-Haram al-Sharif. Selain itu, Indonesia juga mendukung pembentukan Negara Palestina yang merdeka sesuai dengan hukum internasional.

“Indonesia turut merasakan kekhawatiran mendalam yang kita semua rasakan di sini, bahwa semakin banyak gerakan pemukiman-pemukiman zionis yang melewati gerbang situs-situs suci di bawah pengawalan tentara yang seharusnya menjaga perdamaian.”

Di seluruh Tepi Barat, pola yang sama terus berlanjut dengan kekebalan atas tindakan yang tegas. Semakin banyak tanah yang dirampas, semakin banyak pemukiman yang dibangun. Indonesia mengutuk tindakan-tindakan ini. Namun yang sangat penting, hal ini tidak dapat diterima, dan tidak boleh dinormalisasi.

Status quo di Jerussalem bukanlah kemurahan hati yang kita berikan kepada israel. Ini (status quo) tersebut adalah hukum internasional yang telah disepakati dan dijunjung tinggi oleh seluruh dunia dan yang telah disepakati untuk dipertahankan.

“Pelanggaran atas hukum internasional bukanlah sekadar politik. Ini merupakan pelanggaran yang nyata, dan pelanggaran yang menuntut pertanggungjawaban.”

Kita pernah duduk di ruangan seperti ini sebelumnya. Namun, dunia di luar ruangan ini, hari ini sudah tidak lagi sama. Gaza, Suriah, Lebanon, dan perang di Iran menunjukkan bahwa peta lama serta dinamika politik di kawasan telah berubah.

Dengan kondisi kawasan yang telah berubah ini, kita tidak bisa terus melakukan hal-hal yang sama seperti yang sebelumnya. Oleh karena itu, izinkan saya menyampaikan hal-hal berikut:

Pertama, israel tidak takut pada kemarahan kita. Mereka justeru mengandalkan perpecahan di antara kita. Persatuan adalah satu kekuatan yang belum pernah sepenuhnya kita manfaatkan. Jadi mari kita gunakan kekuatan itu bersama-sama. Seperti yang disampaikan oleh Menteri Palestina, kita perlu untuk membangun strategi yang didasari pada persatuan ini.

Kedua, kita harus memastikan pihak pendudukan (zionis israel) mempertanggungjawabkan tindakannya di hadapan hukum. Mahkamah Internasional (ICJ) telah menyatakan pendudukan tersebut sebagai pelanggaran hukum. Kita harus menyuarakan putusan itu ke setiap ibu kota negara dan menuntut pertanggungjawaban, termasuk sanksi bagi para pemukim yang melakukan kekerasan serta jaringan-jaringan yang mendanai mereka.

Juga penting, kita harus memastikan bahwa kemajuan terkini menuju p

Frequently Asked Questions

What is Kutuk Aneksasi Masjid Al Aqsa?

Kutuk Aneksasi Masjid Al Aqsa is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kutuk Aneksasi Masjid Al Aqsa matter?

Kutuk Aneksasi Masjid Al Aqsa matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Join the discussion