Skip to content
News

Latest Program: Sumut Targetkan Tiga Daerah Bebas Pasung ODGJ, Sediakan Layanan Jemput Gratis

Sarah Jones - kabarteras.com 3 mins read

Sumut Berupaya Membuat Tiga Wilayah Bebas Pemasungan ODGJ, Sediakan Layanan Transportasi Gratis Latest Program - Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tengah

Latest Program: Sumut Targetkan Tiga Daerah Bebas Pasung ODGJ, Sediakan Layanan Jemput Gratis

Sumut Berupaya Membuat Tiga Wilayah Bebas Pemasungan ODGJ, Sediakan Layanan Transportasi Gratis

Latest Program – Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tengah membangun langkah strategis untuk mencapai tiga kabupaten/kota sebagai daerah bebas pemasungan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Tujuannya adalah mengurangi praktik yang masih berlangsung di masyarakat, sekaligus mempercepat penanganan kondisi ODGJ melalui pendekatan yang lebih humanis.

Kemitraan dengan Pihak Keluarga

Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof Dr Muhammad Ildrem Sumut, Sri Suriani Purnamawati, menjelaskan bahwa tim akan mulai melakukan kunjungan ke tiga daerah yang berada di pesisir timur Sumut, yaitu Asahan, Tanjung Balai, dan Labuhanbatu Utara (Labura), dalam pekan ini. Keberangkatan tim ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang masih mengalami gangguan kejiwaan serta ODGJ yang dijaga oleh keluarga.

“Minggu ini kita coba turun ke daerah untuk menangani masyarakat yang mengalami gangguan kejiwaan atau ODGJ yang dipasung pihak keluarganya,” ujar Sri dalam acara temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Kamis.

Solusi dengan Layanan Transportasi Khusus

Menurut Sri, pemasungan sering dilakukan keluarga agar ODGJ tidak menciptakan ketidaknyamanan bagi lingkungan sekitar. Namun, praktik ini dianggap tidak sah secara hukum maupun kemanusiaan. Untuk mengatasinya, program bebas pasung diiringi oleh layanan transportasi khusus yang mengantarkan pasien ke RSJ Prof Dr Muhammad Ildrem secara gratis.

Setelah proses penerimaan di rumah sakit, pasien ODGJ akan terlibat dalam program rehabilitasi psikososial. Kegiatan ini bekerja sama dengan Rumah Sakit Umum Haji Medan dan fasilitas kesehatan di daerah setempat. Tujuan utamanya adalah membentuk kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari, sehingga membangun kemandirian pasien.

“Rehabilitasi psikososial sangat penting, karena membantu ODGJ membentuk kebiasaannya melakukan aktivitas setiap hari. Dengan layanan ini, mereka bisa diantar pagi dan dijemput sore oleh keluarga,” kata Sri.

Proses Pembinaan dan Keterampilan

Dalam fase rehabilitasi, pasien ODGJ diberikan berbagai kegiatan produktif seperti pengajian, melukis, serta pelatihan keterampilan membuat sabun cuci piring, eco enzyme, dan karbol. Hasil karya mereka juga dipamerkan dan dijual di stan RSJ Prof Dr Muhammad Ildrem selama Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50, yang berlangsung dari 3 Juli hingga 2 Agustus 2026.

Selain itu, pasien diberikan pelatihan bercocok tanam sayuran seperti kangkung dan pakcoi, serta budidaya magot. “Di RSJ ada instalasi gizi dengan limbah organik, jadi kami membuat magot dan menetaskan ayam petelur di satu kandang per 15 ekor,” tambah Sri.

Program ini diharapkan membantu ODGJ membangun kebiasaan positif selama 20 kali kunjungan. Dengan demikian, mereka bisa kembali beraktivitas dan berinteraksi secara normal dengan keluarga. Sri menegaskan bahwa stigma yang menganggap ODGJ tidak mampu melakukan apa-apa adalah kesalahpahaman.

“Stigma kita selama ini bahwa ODGJ tidak bisa melakukan apa-apa adalah salah. Gangguan jiwa tidak mengubah kemampuan mereka, dan halusinasinya serta sifat agresifnya bisa dikendalikan dengan obat, sehingga mereka bisa kembali produktif,” tutur Sri.

Capaian Penanganan ODGJ

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sumut, Hery Valona Bonatua Ambarita, menyebutkan bahwa hingga kini, 186 ODGJ dari 33 kabupaten/kota di Sumut telah diberikan layanan penanganan. Program ini merupakan bagian dari Universal Health Coverage (UHC), Program Berobat Gratis (Probis), dan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) gubernur, sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan jiwa tanpa biaya.

Join the discussion