Main Agenda: Indonesia Perkuat Ekosistem Film Lewat Kolaborasi Strategis dengan Prancis
ategis dengan Prancis Main Agenda - Kementerian Kebudayaan Indonesia, dalam rangka memperkuat ekosistem film nasional, menetapkan Main Agenda sebagai pilar
Indonesia Perkuat Ekosistem Film Lewat Kolaborasi Strategis dengan Prancis
Main Agenda – Kementerian Kebudayaan Indonesia, dalam rangka memperkuat ekosistem film nasional, menetapkan Main Agenda sebagai pilar utama dalam mengembangkan industri perfilman. Program ini bertujuan menciptakan kemitraan strategis dengan Prancis, negara yang memiliki pengalaman luas dalam produksi film dan audiovisual. Dalam pertemuan penting di Jakarta, Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Duta Besar Prancis, Fabien Penone, sepakat bahwa kolaborasi ini akan menjadi sarana efektif untuk meningkatkan kualitas karya lokal serta memperluas jaringan internasional.
Prioritas Utama dalam Penguatan Ekosistem Film
Main Agenda mengutamakan pengembangan bakat muda di bidang film, penyimpanan arsip sinematik, serta pendanaan yang lebih stabil. Diskusi yang berlangsung pada hari Jumat tersebut menyoroti kerja sama bersama dalam mengelola produksi, pengembangan talenta, dan sistem pendanaan. Fadli Zon menegaskan bahwa film adalah bentuk ekspresi budaya yang bisa menjembatani antara Indonesia dan Prancis, serta menjadi medium untuk membangun identitas nasional.
“Main Agenda ini bertujuan menggali potensi ekosistem film Indonesia melalui penguatan manajemen dan kolaborasi dengan Prancis. Kami ingin memastikan bahwa karya lokal memiliki kesempatan tumbuh secara global,” jelas Fadli Zon dalam sesi diskusi.
Kemitraan dengan Prancis akan mencakup program inkubasi bagi sinematografer muda, restorasi film klasik, serta transfer teknologi produksi. Kementerian Kebudayaan mengungkapkan bahwa pihaknya akan menggandeng Centre national du cinéma et de l’image animée (CNC) untuk membangun sistem yang berkelanjutan. Duta Besar Prancis, Fabien Penone, menyambut baik inisiatif tersebut, menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat produksi film Asia Tenggara.
Manajemen dan Pendanaan sebagai Pendorong Utama
Dalam rangka mewujudkan Main Agenda, Kementerian Kebudayaan akan fokus pada peningkatan kapasitas lembaga pengelola film, termasuk Badan Perfilman Indonesia (BPI) yang baru saja dilantik. Pihaknya juga menyiapkan skema pendanaan jangka panjang, termasuk dana abadi, guna mendorong kreativitas dan konsistensi produksi film. Fadli Zon menegaskan bahwa pendanaan berkelanjutan akan menjadi kunci utama untuk menjaga kualitas film Indonesia di tengah persaingan global.
“Dengan memperkuat sistem pendanaan dan manajemen, kami percaya bahwa Indonesia bisa menghasilkan karya yang berkualitas dan kompetitif di tingkat internasional,” tambah Fadli Zon. Ia juga menekankan bahwa pengalaman Prancis dalam pengelolaan industri film akan menjadi referensi utama dalam menyusun strategi Main Agenda.
Kemitraan dengan Prancis diharapkan bisa mempercepat proses modernisasi industri film Indonesia. Kementerian Kebudayaan menyiapkan beberapa program kolaboratif, seperti pelatihan teknik produksi, penyelenggaraan festival film bersama, serta pertukaran karya seni. Duta Besar Prancis menambahkan bahwa kerja sama ini tidak hanya memperkuat hubungan bilateral, tetapi juga memperluas kesadaran dunia terhadap seni perfilman Indonesia.
Pelatihan dan Forum Produksi sebagai Bagian dari Main Agenda
Sebagai bagian dari Main Agenda, Indonesia dan Prancis akan menyelenggarakan Indonesia-France Film Lab ketiga pada November 2026 di Yogyakarta. Program ini akan menyediakan pelatihan penulisan naskah dan teknik produksi dari La Fémis, sekolah film ternama di Prancis. Selain itu, forum produksi Indonesia-Prancis pertama akan diadakan di Paris oleh CNC pada bulan Desember 2026, menjadi langkah konkret dalam mengakui karya seni Indonesia di panggung internasional.
“Main Agenda ini tidak hanya tentang pengembangan teknis, tetapi juga tentang membangun ekosistem yang mendorong inovasi dan keterlibatan masyarakat luas dalam industri film,” kata Duta Besar Fabien Penone. Ia menekankan bahwa kolaborasi ini akan menciptakan sinergi antara teknologi, seni, dan pemasaran untuk memperkuat daya saing film Indonesia.
Kerja sama ini juga menargetkan penguatan lembaga pengelola film nasional. Kementerian Kebudayaan akan berkoordinasi dengan CNC untuk menyusun strategi kolaboratif yang menjangkau berbagai aspek, mulai dari pendidikan hingga distribusi. Dengan adanya Main Agenda, diharapkan keberhasilan ekosistem film Indonesia bisa menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam pengembangan seni budaya secara bersama.
Langkah Strategis dalam Peningkatan Industri Film
Sebagai bagian dari Main Agenda, Kementerian Kebudayaan juga mengajukan proposal untuk mendorong produksi bersama antara Indonesia dan Prancis. Inisiatif ini akan mencakup kolaborasi dalam pengembangan kisah lokal yang bisa diadaptasi ke pasar internasional. Duta Besar Prancis menyambut baik ide tersebut, menilai kerja sama produksi bisa menjadi jembatan untuk mengakui kualitas film Indonesia.
“Main Agenda ini akan memberikan ruang bagi kreativitas seniman Indonesia untuk berkembang dengan dukungan teknologi dan sumber daya Prancis,” ujar Penone. Ia juga menyebutkan bahwa Prancis akan memberikan bantuan dalam pengelolaan arsip film, termasuk restorasi karya klasik yang bisa menjadi warisan budaya penting.
Kementerian Kebudayaan menargetkan bahwa Main Agenda akan membawa dampak jangka panjang, terutama dalam meningkatkan jumlah film yang diproduksi secara berkualitas dan menjangkau pasar global. Dengan adanya peningkatan infrastruktur dan manajemen, diharapkan industri film Indonesia bisa menyaingi negara-negara lain di Asia dan Eropa. Pemimpin dari CNC mengungkapkan bahwa mereka akan memberikan dukungan teknis dan finansial guna mencapai tujuan ini.
Masa Depan Ekosistem Film Indonesia
Para pihak sepakat bahwa Main Agenda akan menjadi landasan untuk penguatan ekosistem film Indonesia selama lima tahun ke depan. Strategi ini mencakup peningkatan kualitas produksi, pemberdayaan talenta, dan ekspansi pasar internasional. Duta Besar Prancis menegaskan bahwa Prancis siap menjadi mitra utama dalam mengembangkan potensi Indonesia di bidang seni dan budaya.
“Dengan Main Agenda, kami ingin memastikan bahwa ekosistem film Indonesia tidak hanya berkembang, tetapi juga terus berinovasi dan menarik perhatian penonton dunia,” katanya. Fadli Zon menambahkan bahwa kerja sama ini akan menjadi bentuk komitmen Indonesia dalam mengembangkan seni budaya secara bersinergi dengan negara lain.
Menurut rencana, Main Agenda akan dilengkapi dengan program pengembangan pengetahuan bagi seniman muda, seperti pertukaran pengalaman antara tim produksi Indonesia dan Prancis. Selain itu, kementerian juga berencana menyusun kerangka kerja untuk menjaga keberlanjutan industri film, termasuk menyediakan dana pendidikan dan penguatan keterampilan teknis. Langkah-langkah ini diharapkan bisa mengakar dan berdampak signifikan dalam waktu dekat.
