Skip to content
News

Pelarian Tersangka Penyekapan Wanita di Bandung Berakhir di Majalaya

Sarah Jones - kabarteras.com 3 mins read

erakhir di Majalaya Pelarian Tersangka Penyekapan Wanita di Bandung - Setelah berbulan-bulan bersembunyi, pelarian Tersangka Penyekapan Wanita di Bandung

Pelarian Tersangka Penyekapan Wanita di Bandung Berakhir di Majalaya

Pelarian Tersangka Penyekapan Wanita di Bandung Berakhir di Majalaya

Pelarian Tersangka Penyekapan Wanita di Bandung – Setelah berbulan-bulan bersembunyi, pelarian Tersangka Penyekapan Wanita di Bandung akhirnya berujung pada penangkapan di Majalaya. Tersangka, yang bernama Taufik Hidayat, sempat menghindari pemeriksaan polisi dengan mengubah lokasi tinggalnya. Namun, keberhasilan tim penyidik dalam mengungkap pergerakannya menunjukkan bahwa kepolisian Jawa Barat terus berupaya memburu pelaku kekerasan terhadap korban, YTR.

Perjalanan Pelarian yang Terkuak

Taufik Hidayat, seorang tersangka penyekapan wanita di Bandung, awalnya bermigrasi ke Tangerang untuk menghindari pemeriksaan. Menurut penuturan Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, pria tersebut merasa area tersebut lebih aman. Namun, ketidaknyamanan yang dirasakannya akhirnya mendorongnya kembali ke wilayah Jawa Barat. “Pelarian itu dimulai dari Tangerang, tapi di sana juga merasa bingung dan cemas, sehingga berpindah lagi ke Majalaya,” jelas Rudi dalam konferensi pers di Bandung, Selasa.

Tersangka menyusuri kawasan Majalaya sebelum mengambil langkah kritis dengan mengirimkan pesan ke keluarga korban melalui WhatsApp. Pesan ini menjadi petunjuk awal bagi tim penyidik dalam memantau keberadaannya. Meski berpura-pura menghindari pengawasan, aktivitas transaksi online yang dilakukannya pagi hari justru memperjelas jejaknya, memicu upaya penangkapan yang berhasil dilakukan petugas pada siang hari.

Detail Penangkapan dan Investigasi

Dalam proses penangkapan, petugas kepolisian melakukan pengintaian intensif terhadap perumahan di Majalaya. Rudi Setiawan menyampaikan bahwa Tersangka Penyekapan Wanita di Bandung bergerak sendirian tanpa bantuan eksternal, yang memperkuat dugaan bahwa ia melakukan pelarian secara mandiri. “Selama berada dalam pelarian, ia tidak ada pendamping. Dengan demikian, kita yakin ia memutuskan sendiri untuk mengubah lokasi,” terang Rudi.

Transaksi online yang dilakukan Taufik Hidayat sebelum ditangkap menunjukkan bahwa ia masih terhubung dengan dunia luar. Penyidik memperoleh informasi penting dari aktivitas tersebut, termasuk nomor rekening dan barang-barang yang diperolehnya selama berada di luar Bandung. Dengan keterangan saksi dan bukti digital, petugas berhasil mengidentifikasi rumah kerabat tersangka sebagai tempat penampungan terakhir.

Kasus penyekapan ini terungkap setelah keluarga korban menerima pesan tak dikenal yang menyatakan YTR berada di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Pesan itu menjadi titik awal bagi keluarga untuk melaporkan kepolisian. “Keluarga korban bergerak cepat setelah menerima pesan tersebut. Mereka memastikan keberadaan YTR dan memberi informasi yang sangat berharga,” kata Rudi.

Imbas Kriminalan atas Korban

YTR, korban penyekapan di Bandung, mengalami luka serius akibat tindakan kekerasan yang dilakukan Taufik Hidayat. Cedera pada kedua mata menyebabkan kebutaan, sementara bibir sumbing dan kesulitan berbicara menjadi bukti kekerasan fisik dan psikologis yang dialaminya. “Korban tidak bisa berjalan normal karena patah kaki. Selain itu, barang berharga seperti handphone dan dompet juga hilang,” ungkap Rudi.

Penyidik masih menyelidiki motif dan kronologi lengkap kekerasan terhadap YTR. Dalam pemeriksaan sementara, Taufik Hidayat mengakui semua tindakannya, termasuk penggunaan alkohol sebagai faktor pemicu. “Kejadian itu terjadi karena pengaruh alkohol. Tapi ia sadar bahwa tindakannya melanggar hukum,” kata tersangka. Penyidik menambahkan bahwa kasus ini akan ditelusuri hingga ke akar, termasuk potensi pelanggaran hukum lain.

Join the discussion