Skip to content
News

Polisi Dalami Kematian Dokter Residen RSUD Siak, Periksa Saksi Kunci hingga Psikologi Forensik

Sarah Jones - kabarteras.com 2 mins read

Tim penyidik Polres Siak kini tengah menggali lebih dalam kasus kematian dr. Alex Cristo Loris, dokter residen yang ditemukan meninggal dunia. Setelah

Polisi Dalami Kematian Dokter Residen RSUD Siak, Periksa Saksi Kunci hingga Psikologi Forensik

Investigasi Kematian dr. Alex Cristo Loris di RSUD Siak Meluas ke Berbagai Aspek

Kabarteras.com – Tim penyidik Polres Siak kini tengah menggali lebih dalam kasus kematian dr. Alex Cristo Loris, dokter residen yang ditemukan meninggal dunia. Setelah menyelesaikan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa jenazah korban, sejumlah barang bukti telah diamankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Proses Autopsi dan Pemeriksaan Laboratorium

Jasad dr. Alex Cristo Loris telah dikirim untuk menjalani proses autopsi guna mengungkap penyebab pasti kematiannya. Menurut AKP Raja Kosmos, Kepala Satreskrim Polres Siak, hasil autopsi masih membutuhkan pemeriksaan histopatologi forensik dan toksikologi forensik. Sementara itu, barang bukti yang diamankan juga masih menunggu hasil pemeriksaan dari laboratorium forensik (labfor).

Penyidik juga telah mengamankan seluruh rekaman CCTV yang merekam jalur perjalanan korban. Rekaman tersebut diambil dari dua sumber CCTV, mulai dari korban keluar rumah sakit hingga menuju ke TKP.

Pemeriksaan Saksi Kunci dan Rekan Kerja

Penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi kunci untuk menggali informasi lebih dalam. Para saksi yang diperiksa meliputi petugas keamanan dan pegawai RSUD, dua dokter pembimbing residen anestesi, satu dokter residen anestesi, serta istri korban.

Pihak kepolisian juga memperluas cakupan pemeriksaan ke rekan sejawat korban di FK UNRI, termasuk staf akademik dan bagian keuangan. Tidak hanya di Riau, dua rekan korban di Maluku, yaitu seorang bidan dan satu dokter, juga telah dihubungi secara langsung dan memberikan keterangan terkait informasi yang didapatkan.

Pembukaan Ponsel dan Psikologi Forensik

Bukti penting lainnya, satu unit telepon seluler milik dr. Alex telah dibuka secara manual oleh penyidik. Proses pembukaan ponsel ini dilakukan dengan bantuan istri korban serta disaksikan langsung oleh orang tua dan abang kandung korban. Proses tersebut telah dituangkan ke dalam berita acara pemeriksaan. Namun, karena ada beberapa item dan aplikasi yang tidak bisa dibuka, ponsel tersebut saat ini dikirimkan ke labfor untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan kombinasi dari beberapa temuan barang bukti, keterangan saksi, serta hasil yang diperoleh dari ponsel korban, Satreskrim Polres Siak memandang perlu untuk melakukan pemeriksaan psikologi forensik. Kepolisian telah meminta bantuan tenaga ahli dari Fakultas Psikologi Universitas Islam Riau (UIR).

“Pelaksanaannya sendiri sudah dimulai dengan metode wawancara kepada para saksi dan analisis barang bukti serta petunjuk lainnya,” ujar AKP Raja Kosmos.

Join the discussion