Rakernas AFEB PTMA 2026 di UMJ Bahas Transformasi Perguruan Tinggi Berbasis Dampak
Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (AFEB PTMA) menyelenggarakan rapat kerja nasional tahun 2026 pada Rabu, 5
Rakernas AFEB PTMA 2026 di UMJ Bahas Transformasi PT
Kabarteras.com – Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (AFEB PTMA) menyelenggarakan rapat kerja nasional tahun 2026 pada Rabu, 5 Agustus 2026. Kegiatan ini diselenggarakan di Auditorium KH Ahmad Azhar Basyir, Gedung Cendekia Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Acara ini menjadi momen penting bagi para akademisi untuk membahas arah transformasi perguruan tinggi berbasis dampak.
Kegiatan rutin tahunan tersebut mencatatkan pencapaian partisipasi tertinggi sepanjang sejarah. Tingkat kehadiran peserta mencapai 80 persen dari total seluruh anggota asosiasi yang ada. Angka ini menunjukkan antusiasme tinggi dari seluruh komponen AFEB PTMA dalam mengikuti diskusi strategis.
Peran Perguruan Tinggi di Era Transformasi
Wakil Rektor III UMJ, Prof Dr Tria Astika Endah Permatasari, MKM, menyampaikan penekanan mengenai urgensi adaptasi perguruan tinggi terhadap era transformasi. Konferensi ini mengangkat tema “From values to impact: Advancing digital, inclusive, sustainable, and Islamic economics.” Menurut Tria, universitas kini menghadapi tuntutan yang lebih kompleks. Tidak sekadar mendidik lulusan atau menerbitkan karya ilmiah, institusi pendidikan tinggi harus berperan sebagai katalisator inovasi, pembangunan berkelanjutan, serta transformasi masyarakat.
“Masa depan perguruan tinggi ditentukan dengan siapa mereka berkolaborasi dan dampak yang diciptakan bersama,” ujarnya.
Ia juga menguraikan pentingnya mengadopsi paradigma baru dalam tata kelola perguruan tinggi. Konsep fourth-generation university atau perguruan tinggi generasi keempat menjadi fokus, yang menghubungkan institusi secara global, berorientasi pada inovasi, berbasis digital, bertanggung jawab secara sosial, serta berkelanjutan.
Mencegah Sudden Incompetence
Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Andy Dwi Bayu Bawono, SE, M.Si, Ph.D, memberikan apresiasi kepada AFEB PTMA. Ia menilai asosiasi ini termasuk salah satu dari 75 asosiasi di bawah Diktilitbang yang sangat aktif dan konsisten dalam menjalankan program. Andy mengingatkan akan bahaya sudden incompetence atau ketidakmampuan mendadak yang disebabkan oleh kompetensi yang sudah usang.
Andy menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak boleh hanya mencetak lulusan ber-IPK tinggi yang unggul di hard skill.
“Perguruan tinggi tidak boleh hanya mencetak lulusan ber-IPK tinggi yang unggul di hard skill, tetapi juga wajib membekali soft skill serta sertifikasi kompetensi internasional (seperti Artificial Intelligence, cloud computing, dan cyber security) agar lulusan siap berkarya dan berdampak di dunia kerja,” ujarnya.
Andy menambahkan bahwa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) sebagai salah satu pilar pendanaan dan motor penggerak PTMA perlu terus memperkuat strategi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB). Selain itu, respons terhadap tantangan globalisasi melalui peninjauan kurikulum, khususnya penguatan kompetensi kewirausahaan (entrepreneurship), juga menjadi prioritas.
Pencapaian dan Target AFEB PTMA
Ketua AFEB PTMA, Prof Dr Muzakar Isa, SE, menjelaskan bahwa asosiasi ini kini menaungi 9 asosiasi program studi serta berbagai forum pendukung. Di antaranya terdapat asosiasi pengelola jurnal (MCBI) dan pengelola Galeri Investasi sebanyak 14 asosiasi. Dari total 267 PTMA, sebanyak 54 program studi telah meraih akreditasi Unggul. Target selanjutnya adalah mendorong seluruh prodi meraih akreditasi Unggul hingga tingkat nasional dan internasional.
“Prinsip di Muhammadiyah adalah fastabiqul khairat. Kita tidak hanya memenuhi standar, tetapi harus selalu melampaui standar dari waktu ke waktu melalui berbagai inovasi,” tegasnya.
Kerjasama Internasional dan Dukungan
Rangkaian acara dibuka dengan pemaparan dari Vice Chancellor for International Affairs Mindanao State University – Iligan Institute of Technology (MSU-IIT) Filipina, Dr. Joey Genevieve Martinez. Setelah pemaparan, dilakukan penandatanganan MoU antara MSU-IIT Filipina dengan 22 PTMA yang tergabung dalam AFEB PTMA.
Penyelenggaraan kegiatan ini turut didukung sejumlah co-host yaitu Universitas Muhammadiyah (UM) Semarang, UM Sidoarjo, UM Kalianda, UM Yogyakarta, UM Prof Dr Hamka, UM Gresik, UM Jember, UM Palopo, UM Kalimantan Timur, dan UM Tangerang. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai sponsor, di antaranya Adira Finance Syariah, Asuransi Takaful Ulum, Ayam Joyo Highres, Bank Mega Syariah, Bank Muamalat, Bank Syariah Indonesia, CIMB Auto finance, Mentari Madani, Pertamina, Zurich Insurance, dan CPA Australia.
Turut hadir Wakil Rektor II UMJ Dr Luqman Hakim, SE Ak., M.Si dan PJ Dekan FEB UMJ Dr. Nuraeni, SE, MM. Rakernas ini juga dimeriahkan penampilan kebudayaan Tari Cupang Menor oleh WKS Qastalani.
FAQ: Informasi Penting Rakernas AFEB PTMA 2026 di UMJ
Kapan Rakernas AFEB PTMA 2026 diselenggarakan? Rakernas AFEB PTMA 2026 diselenggarakan pada Rabu, 5 Agustus 2026 di UMJ.
Di mana lokasi penyelenggaraan acara ini? Acara ini bertempat di Auditorium KH Ahmad Azhar Basyir, Gedung Cendekia Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).
Berapa persen tingkat kehadiran peserta? Tingkat kehadiran peserta mencapai 80 persen dari total seluruh anggota asosiasi yang ada.
Apakah ada penandatanganan MoU dalam acara ini? Ya, dilakukan penandatanganan MoU antara MSU-IIT Filipina dengan 22 PTMA yang tergabung dalam AFEB PTMA.
Berapa program studi yang telah meraih akreditasi Unggul? Dari total 267 PTMA, sebanyak 54 program studi telah meraih akreditasi Unggul.
