Skip to content
News

Special Plan: DPR Dorong Storytelling dan Ekonomi Kreatif untuk Dongkrak Daya Saing Desa Wisata

Thomas Martinez - kabarteras.com 3 mins read

n: Dorong Daya Saing Desa Wisata Melalui Storytelling dan Ekonomi Kreatif Special Plan - DPR RI telah mengusulkan "Special Plan" sebagai strategi untuk

Special Plan: DPR Dorong Storytelling dan Ekonomi Kreatif untuk Dongkrak Daya Saing Desa Wisata

Special Plan: Dorong Daya Saing Desa Wisata Melalui Storytelling dan Ekonomi Kreatif

Special Plan – DPR RI telah mengusulkan “Special Plan” sebagai strategi untuk meningkatkan daya saing desa wisata di Indonesia. Komisi VII, yang memimpin inisiatif ini, menekankan pentingnya penggunaan storytelling dan pengembangan ekonomi kreatif sebagai alat utama. Penyusunan rancangan khusus ini dilakukan selama kunjungan kerja ke Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali, pada Rabu (8/7). Dalam rangkaian diskusi, para anggota dewan mempertimbangkan cara menciptakan daya tarik yang lebih kuat melalui narasi unik dan produk kreatif.

Strategi Storytelling sebagai Penyokong Pariwisata

Storytelling, atau pengisian cerita, dianggap sebagai cara efektif untuk menarik perhatian wisatawan. Wakil Ketua Komisi VII, Hj. Chusnunia Chalim, menegaskan bahwa narasi yang kuat bisa membedakan desa wisata dari tempat lain. Menurutnya, desa wisata tidak hanya membutuhkan keindahan alam atau budaya, tetapi juga alur cerita yang membuat pengalaman berkunjung lebih mendalam. “Special Plan” berfokus pada pengintegrasian narasi lokal ke dalam promosi dan pengalaman wisata, sehingga wisatawan merasa terhubung secara emosional.

“Dengan storytelling, desa wisata bisa menjadi destinasi yang lebih bermakna, bukan sekadar tempat berlibur,” jelas Chusnunia.

Pengembangan Ekonomi Kreatif untuk Peningkatan Pendapatan

Selain storytelling, ekonomi kreatif menjadi salah satu pilar penting dalam “Special Plan.” Komisi VII menyarankan agar desa wisata menghasilkan produk unik yang mencerminkan budaya setempat, seperti kerajinan tangan atau makanan khas. Ekonomi kreatif bukan hanya meningkatkan daya saing, tetapi juga mendorong perekonomian masyarakat lokal. Chusnunia menekankan bahwa produk ini harus memiliki identitas yang jelas, agar bisa dipasarkan secara efektif.

“Ekonomi kreatif bisa menjadi jalan untuk mewujudkan kemandirian ekonomi desa wisata,” tambahnya.

Kebutuhan Inovasi dalam Pariwisata Desa

Desa Penglipuran, yang menjadi contoh dalam “Special Plan,” telah menunjukkan potensi besar karena keunikan lingkungan alaminya dan budaya yang terjaga. Namun, menurut Chusnunia, desa wisata harus terus berinovasi agar tidak tertinggal. “Special Plan” menawarkan bantuan dari pemerintah pusat dan daerah dalam mengembangkan infrastruktur, pelatihan keterampilan, serta strategi pemasaran yang lebih modern.

Menurut Samuel J.D. Wattimena, anggota Komisi VII, promosi desa wisata perlu lebih komprehensif. “Special Plan” berharap menciptakan narasi yang menarik, seperti video dokumenter atau kisah sejarah yang diintegrasikan ke dalam pengalaman wisata. Ini bisa membantu desa wisata menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan keterlibatan wisatawan.

Sinergi Antara Pemerintah dan Masyarakat Lokal

Penerapan “Special Plan” memerlukan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat desa. Chusnunia menyebutkan bahwa pendampingan dari Kementerian Pariwisata dan Kementerian Ekonomi Kreatif sangat penting untuk memberikan arahan dan sumber daya. “Special Plan” juga menekankan peran koperasi dan UMKM lokal dalam mengembangkan produk yang bisa dipasarkan secara nasional maupun internasional.

“Masyarakat desa harus menjadi pelaku utama dalam menciptakan cerita dan inovasi ekonomi kreatif,” ujarnya.

Kasus Sukses dan Harapan untuk Pemangku Kepentingan

Desa Penglipuran menjadi contoh nyata keberhasilan storytelling dan ekonomi kreatif dalam meningkatkan daya saing. Namun, “Special Plan” juga menyoroti desa wisata lain yang bisa mengadopsi konsep serupa. Misalnya, desa dengan keragaman budaya atau keunikan alam yang belum sepenuhnya dikenal. Samuel menambahkan bahwa desa wisata harus memiliki visi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan pariwisata.

“Dengan ‘Special Plan’, desa wisata tidak hanya bertahan, tetapi bisa menjadi yang terdepan dalam sektor pariwisata nasional,” katanya.

Langkah Selanjutnya dan Evaluasi Kinerja

Komisi VII berencana menyusun rekomendasi spesifik untuk pemerintah daerah dan kementerian terkait. “Special Plan” ini juga akan dilengkapi dengan penilaian terhadap keberhasilan berbagai desa wisata yang sudah menerapkan konsep tersebut. Penelitian dan data akan menjadi dasar untuk menentukan mana desa yang lebih efektif dalam meningkatkan daya saing melalui storytelling dan ekonomi kreatif.

“Kami ingin ‘Special Plan’ ini menjadi panduan nasional untuk meningkatkan kualitas desa wisata,” tutup Chusnunia.

Join the discussion