Pelajar Tangsel Diingatkan Merawat Mental dan Memilih Pergaulan Positif
Kabarteras.com – Masa sekolah bukan hanya ruang untuk mengejar nilai akademik, melainkan juga waktu penting bagi remaja di Tangerang Selatan untuk membentuk karakter, menjaga kondisi mental, dan menentukan arah pergaulan. Pesan itu disampaikan Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie kepada para pelajar.
Benyamin menekankan bahwa periode remaja memiliki peran besar dalam kehidupan seseorang saat dewasa kelak. Kebiasaan, cara berpikir, serta nilai yang tumbuh pada tahap ini dapat memengaruhi cara anak mengambil keputusan ketika menghadapi berbagai situasi.
Kesehatan mental juga tidak dapat dipisahkan dari proses pembentukan diri. Kemampuan mengenali pengaruh sekitar, mengelola pilihan, dan membangun sikap positif menjadi bagian dari bekal yang perlu dijaga pelajar dalam keseharian.
Sekolah sebagai Ruang Membentuk Nilai
Para siswa diajak memanfaatkan waktu belajar bukan sekadar untuk memperoleh pengetahuan di kelas. Lingkungan sekolah dapat menjadi tempat untuk menumbuhkan kejujuran, kesopanan, rasa tanggung jawab, dan perilaku baik dalam hubungan dengan orang lain.
Ia menggambarkan kehidupan anak sebagai lembaran yang dapat diberi isi dan makna. Nilai itu, ia sampaikan, dapat tumbuh melalui pembelajaran agama maupun ilmu pengetahuan, serta diterapkan lewat tindakan sehari-hari.
“Tapi kalau kertas kosong ini kemudian kita isi dengan tulisan Al Quran, dan dari alif sampai terakhir, maka ini jadi punya nilai. Kalau kertas kosong ini kita isi dengan ilmu pengetahuan, maka kertas ini punya nilai, ilmu pengetahuan,” kata Benyamin dalam keterangannya di Tangerang, Sabtu.
Gambaran tersebut menegaskan bahwa masa muda menawarkan banyak pilihan. Isi yang diberikan pada diri sendiri, baik berupa pengetahuan, kebiasaan, maupun cara memperlakukan orang lain, dapat menentukan nilai yang dibawa seseorang dalam perjalanan hidupnya.
Bagi pelajar, pembentukan karakter tidak selalu hadir dalam bentuk pelajaran formal. Sikap menghargai guru, berbicara dengan santun, bersikap jujur saat mengerjakan tugas, dan mampu bertanggung jawab atas keputusan merupakan contoh sederhana yang dapat dilatih setiap hari.
Pengaruh Teman dalam Pengambilan Keputusan
Selain kesehatan mental, Benyamin memberi perhatian pada pilihan teman dan lingkungan pergaulan. Orang-orang yang sering berada di sekitar seorang anak dapat memengaruhi cara ia melihat persoalan, menentukan tindakan, serta menilai sesuatu sebagai hal yang wajar atau tidak.
Karena itu, pelajar perlu memiliki pertimbangan saat menerima ajakan dari teman. Kedekatan dalam pergaulan seharusnya membantu seseorang berkembang, merasa aman, dan terdorong melakukan kegiatan yang bermanfaat, bukan justru membawa pada tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Pesan ini penting karena keputusan yang muncul dalam situasi sehari-hari kadang terlihat kecil. Ajakan untuk berkumpul, mengikuti kelompok tertentu, atau melakukan tindakan yang tidak dipikirkan matang-matang dapat memberi dampak lebih panjang daripada yang disadari saat itu.
Benyamin membagikan pengalaman ketika mendatangi Polsek Ciputat. Di sana, ia mendapati seorang anak usia pelajar harus berhadapan dengan proses hukum setelah mengikuti ajakan temannya untuk terlibat tawuran.
Peristiwa itu menjadi contoh bahwa pengaruh lingkungan dapat membawa konsekuensi serius. Tawuran bukan hanya berisiko menimbulkan luka dan kerugian, tetapi juga dapat mengganggu pendidikan, hubungan keluarga, serta masa depan anak yang terlibat.
Menguatkan Diri dan Saling Mengingatkan
Menjaga kesehatan mental dapat dimulai dari kemampuan memahami keadaan diri. Pelajar perlu memberi ruang untuk mengenali tekanan, kekhawatiran, atau masalah yang sedang dihadapi. Ketika menghadapi kesulitan, mencari dukungan dari keluarga, guru, atau orang dewasa yang dipercaya dapat menjadi langkah yang lebih baik daripada memendam persoalan seorang diri.
Pergaulan yang sehat juga memerlukan keberanian untuk berkata tidak pada ajakan yang berbahaya. Menolak bukan berarti memutus pertemanan secara tergesa-gesa, melainkan menunjukkan kemampuan menjaga batas dan memilih tindakan yang sesuai dengan nilai baik.
Di sisi lain, teman dapat menjadi sumber dukungan yang kuat. Kehadiran teman yang saling mengingatkan, menghargai pilihan positif, dan tidak mendorong tindakan kekerasan akan membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi pelajar.
Pesan Wali Kota Tangsel tersebut menggarisbawahi bahwa pendidikan karakter tidak berdiri sendiri. Pengetahuan, kesehatan mental, keluarga, sekolah, dan pergaulan saling berkaitan dalam proses tumbuh seorang remaja. Saat pelajar mampu merawat dirinya dan memilih lingkungan yang baik, mereka memiliki pijakan yang lebih kuat untuk menentukan masa depan.
Bagi setiap anak, masa sekolah dapat menjadi kesempatan untuk mengisi “lembaran” hidup dengan hal-hal bernilai. Ilmu, kejujuran, sopan santun, dan pilihan pertemanan yang sehat merupakan bekal yang dapat terus dibawa melampaui ruang kelas.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Wali Kota Tangsel Ingatkan Pelajar Jaga?
Wali Kota Tangsel Ingatkan Pelajar Jaga is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Wali Kota Tangsel Ingatkan Pelajar Jaga matter?
Wali Kota Tangsel Ingatkan Pelajar Jaga matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

