Skip to content
Visual

Karhutla Ancam Palangka Raya – Petugas Berjibaku Jinakkan Api di Lahan Gambut

Emily Jackson - kabarteras.com 3 mins read

Karhutla Ancam Palangka Raya: Ancaman Serius dari Api Gambut Karhutla Ancam Palangka Raya menjadi perhatian besar akibat api yang melahap area gambut di

Karhutla Ancam Palangka Raya – Petugas Berjibaku Jinakkan Api di Lahan Gambut

Karhutla Ancam Palangka Raya: Ancaman Serius dari Api Gambut

Karhutla Ancam Palangka Raya menjadi perhatian besar akibat api yang melahap area gambut di wilayah tersebut. Palangka Raya, yang terletak di Kalimantan Tengah, menghadapi tantangan serius selama musim kemarau karena dominasi lahan gambut yang rentan terbakar. Kondisi tanah kering dan hutan yang rawan membuat api bisa dengan cepat menyebar, menyulitkan upaya pemadaman yang berlangsung sengit di beberapa titik.

Penyebab dan Dampak Karhutla di Palangka Raya

Menurut data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah area panas di Kalimantan Tengah pada Juli 2026 meningkat tajam, dengan sekitar 500 titik panas yang tercatat di sekitar Palangka Raya. Karhutla di sini biasanya dimulai dari aktivitas manusia, seperti pembakaran lahan untuk perkebunan atau pertanian, yang kemudian tidak terkendali. Kondisi ini tidak hanya mengancam kehutanan, tetapi juga memicu pembentukan kabut asap yang mengganggu kesehatan masyarakat dan menurunkan kualitas udara.

Api di lahan gambut memiliki kekuatan yang luar biasa karena kandungan air dalam tanah gambut yang sangat rendah. Ketika terbakar, api bisa menembus lapisan tanah dan memperluas area yang terbakar secara signifikan. Dampaknya, Palangka Raya mengalami peningkatan kebutuhan oksigen untuk memadamkan api, yang memaksa petugas pemadam kebakaran melakukan upaya ekstra untuk mengendalikan situasi kritis.

Upaya Petugas untuk Memadamkan Karhutla di Area Gambut

Petugas pemadam kebakaran dan relawan setempat terus berjuang mengendalikan api yang merambat di lahan gambut Palangka Raya. Dalam beberapa hari terakhir, tim pemadam menggali jalur air untuk memutus rantai api dan mengendalikan titik-titik panas yang terus muncul. Mereka juga mengandalkan pesawat taktis dan drone untuk memantau keberadaan api dari udara, mengingat keterbatasan akses di wilayah yang kompleks.

Masalah karhutla di Palangka Raya tidak hanya melibatkan upaya lokal, tetapi juga koordinasi dengan pihak berwenang nasional. Pemerintah daerah bekerja sama dengan Satuan Tugas Karhutla (Satgas Karhutla) untuk memastikan bahwa sistem pemantauan dan penanggulangan api berjalan efisien. Meski begitu, kondisi cuaca yang kering dan angin kencang masih menjadi penghalang utama dalam upaya pemadaman.

“Kita harus siap menghadapi semua kemungkinan, termasuk api yang bisa melalap ribuan hektar lahan gambut dalam sehari jika tidak terkontrol,” kata Kepala Pusdalstara Kebencanaan Kota Palangka Raya, sebagaimana dilansir dari laporan resmi pada bulan Juli 2026.

Para petugas juga terus mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sembarangan, terutama di sekitar area gambut. Dengan kombinasi strategi pencegahan dan respons cepat, harapan ada untuk mengurangi kerugian yang mungkin terjadi akibat karhutla. Namun, keterlibatan masyarakat sangat penting dalam menangani situasi ini secara kolektif.

Strategi Pemadaman dan Kerja Sama Antara Pihak

Dalam upaya menangkal karhutla, pemerintah Kota Palangka Raya mengambil langkah-langkah preventif, seperti pembersihan lahan yang rawan terbakar dan distribusi air ke titik-titik kritis. Selain itu, pihak berwenang juga melibatkan masyarakat setempat untuk berpartisipasi dalam kegiatan pemadaman melalui program penggunaan alat kebakaran dari sumber daya lokal. Keterlibatan sektor pertanian dan perkebunan juga menjadi fokus utama untuk mencegah munculnya karhutla di masa depan.

Karhutla Ancam Palangka Raya juga menjadi peringatan bahwa kebijakan lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam harus ditingkatkan. Untuk mengurangi risiko kebakaran, beberapa desa di sekitar kota mulai menerapkan sistem irigasi dan penggunaan teknologi pengendalian api, seperti penggunaan zat kimia untuk membekukan lahan gambut. Dengan langkah-langkah ini, diperkirakan dapat menurunkan kejadian karhutla hingga 30 persen dalam beberapa bulan ke depan.

Join the discussion