Puluhan Siswa SMKN 39 Jakarta Ikut Serta Latihan Psikotes Fakultas Psikologi YARSI
Puluhan Siswa SMKN 39 Jakarta menjadi fokus perhatian Fakultas Psikologi Universitas YARSI dalam upaya meningkatkan kesiapan kerja lulusan sekolah kejuruan
51 Siswa SMKN 39 Jakarta Ikut Latihan Psikotes YARSI
Kabarteras.com – Puluhan Siswa SMKN 39 Jakarta menjadi fokus perhatian Fakultas Psikologi Universitas YARSI dalam upaya meningkatkan kesiapan kerja lulusan sekolah kejuruan. Sebanyak 51 pelajar kelas XII, yang terdiri dari 32 siswa laki-laki dan 19 siswa perempuan, telah mengikuti program pelatihan psikotes secara intensif. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang bertujuan membantu siswa menghadapi tantangan seleksi kerja setelah lulus. Para peserta dipilih dengan pertimbangan bahwa mereka diprioritaskan untuk segera memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan menengah kejuruan.
Angka Pengangguran SMK Mencapai Titik Tertinggi
Program yang dilaksanakan pada Mei 2026 ini dilatarbelakangi oleh data statistik dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan tren mengkhawatirkan. Angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) untuk lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mencapai 9,01 persen, menjadikannya yang tertinggi dibandingkan kelompok lulusan lainnya. Sebagai perbandingan, lulusan SMA memiliki tingkat pengangguran sebesar 7,05 persen, sementara lulusan perguruan tinggi hanya mencatatkan angka 5,25 persen.
Fitri Arlinkasari, PhD Psikolog, yang juga berperan sebagai dosen sekaligus penyelenggara kegiatan, menjelaskan bahwa tantangan utama lulusan SMK bukan terletak pada kemampuan teknis yang mereka miliki. Masalah sebenarnya justru berada pada proses seleksi untuk memasuki dunia kerja. Menurutnya, ketika berdiskusi dengan pihak sekolah, ditemukan bahwa jumlah alumni yang langsung mendapat pekerjaan masih di bawah sepuluh orang setiap angkatan.
“Ketika kami berdiskusi dengan pihak sekolah, pola yang muncul menunjukkan jumlah alumni yang langsung bekerja masih di bawah sepuluh orang per angkatan,” kata dia dalam keterangannya kepada media di Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Menutup Celah Antara Kompetensi dan Seleksi Kerja
Padahal, SMKN 39 Jakarta telah meraih akreditasi A dan memiliki berbagai mitra industri yang potensial. Kendala yang dihadapi siswa adalah kerapnya kegagalan di tahap awal karena belum terbiasa dengan psikotes dan tes kepribadian yang menjadi pintu masuk rekrutmen perusahaan formal. Oleh karena itu, intervensi yang dilakukan berfokus untuk menutup celah antara kompetensi teknis yang dimiliki siswa dengan kesiapan menghadapi mekanisme seleksi kerja.
Kegiatan ini dibiayai melalui Hibah Internal Pengabdian kepada Masyarakat Universitas YARSI Tahun Anggaran 2025/2026. Pelaksanaan program melibatkan tim yang terdiri dari lima dosen, empat mahasiswa psikologi sebagai fasilitator dan tester, serta satu tenaga kependidikan. Melalui pendekatan ini, diharapkan siswa dapat lebih siap menghadapi tantangan seleksi kerja setelah lulus.
Pentingnya Persiapan Psikotes bagi Lulusan SMK
Pelatihan psikotes menjadi komponen krusial dalam mempersiapkan siswa SMKN 39 Jakarta untuk dunia kerja. Banyak perusahaan formal yang menggunakan psikotes sebagai filter awal sebelum wawancara, sehingga siswa yang tidak terbiasa sering kali gagal di tahap ini meskipun memiliki kemampuan teknis yang mumpuni. Program ini memberikan simulasi lengkap mulai dari tes kepribadian hingga tes kognitif yang biasa digunakan dalam rekrutmen.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Latihan Psikotes
Apa itu psikotes dan mengapa penting bagi lulusan SMK? Psikotes adalah serangkaian tes yang mengukur kemampuan kognitif, kepribadian, dan potensi kerja seseorang. Bagi lulusan SMK, psikotes menjadi filter penting karena banyak perusahaan menggunakannya sebagai tahap seleksi awal sebelum wawancara.
Berapa lama program pelatihan ini berlangsung? Program pelatihan psikotes untuk Puluhan Siswa SMKN 39 Jakarta dilaksanakan pada Mei 2026 dengan durasi intensif untuk memastikan siswa siap menghadapi berbagai jenis tes seleksi kerja.
Siapa saja yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan ini? Tim penyelenggara terdiri dari lima dosen psikologi, empat mahasiswa psikologi sebagai fasilitator dan tester, serta satu tenaga kependidikan dari Universitas YARSI.
Apakah program ini hanya untuk siswa SMKN 39 Jakarta? Meskipun fokus pada siswa SMKN 39 Jakarta, program ini merupakan bagian dari upaya lebih luas untuk meningkatkan kesiapan kerja lulusan SMK secara nasional berdasarkan data BPS.
