Latest Program: Pemerintah Perpanjang Bantuan Pangan
Pemerintah Perpanjang Bantuan Pangan Latest Program - Dalam upaya mempertahankan kemampuan beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global, pemerintah
Pemerintah Perpanjang Bantuan Pangan
Latest Program – Dalam upaya mempertahankan kemampuan beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global, pemerintah memutuskan memperpanjang program bantuan pangan untuk 33,24 juta penerima selama tiga bulan, yaitu Juli hingga September 2026. Kebijakan ini menjadi bagian dari stimulus ekonomi yang dialokasikan sebesar Rp26,34 triliun, bertujuan untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi pada semester II tahun ini.
Bantuan Pangan dan SPHP
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa pemberian bantuan pangan dilanjutkan hingga akhir September 2026. Ia menjelaskan anggaran untuk program ini mencapai sekitar Rp17,54 triliun. Selain itu, pemerintah juga melanjutkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui subsidi kedelai kepada produsen tahu dan tempe sebesar Rp2.000 per kilogram, dengan kuota 250 ribu ton.
“Bantuan pangan ini diberikan selama tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September 2026 untuk 33,24 juta penerima,” ujar Airlangga dalam Taklimat Media Stimulus Pertumbuhan Ekonomi Semester II Tahun 2026 di Jakarta Pusat.
Insentif Transportasi
Di samping bantuan pangan, pemerintah memberikan berbagai fasilitas transportasi selama masa libur sekolah dan Natal-Tahun Baru (Nataru). Beberapa insentif termasuk diskon 30 persen pada tiket kereta api, serta pengurangan tarif kapal Pelni sebesar 30 persen. Selain itu, tarif jasa kepelabuhanan ASDP ditiadakan, dan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) diberikan secara penuh untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi berjadwal.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menjelaskan jadwal berlakunya diskon. Diskon tiket kereta api untuk libur sekolah berlaku dari 20 Juni hingga 5 Juli 2026, sedangkan diskon tarif kapal Pelni dimulai 20 Juni dan berakhir 15 Agustus 2026.
“Diskon untuk Nataru berlaku mulai 22 Desember 2026 hingga 4 Januari 2027, sementara diskon tarif kapal Pelni pada masa tersebut berlangsung dari 17 Desember hingga 10 Januari 2027,” kata Dudy.
Dudy menambahkan total dana yang dialokasikan untuk insentif transportasi selama dua momen besar tersebut adalah Rp1,54 triliun.
Program Magang dan Pelatihan Vokasi
Pemerintah juga menggelar program magang nasional dan pelatihan vokasi untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengatakan magang angkatan kedua pada 2026 ditargetkan mencakup 150 ribu peserta. Sementara pelatihan vokasi akan menjangkau 220 ribu orang, termasuk 50 ribu pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).
Airlangga menegaskan stimulus ekonomi semester II 2026 mencakup tiga komponen utama: insentif transportasi senilai Rp2,04 triliun, program magang dan pelatihan vokasi dengan anggaran Rp6,26 triliun, serta bantuan pangan sebesar Rp18,04 triliun.
Tujuan Kebijakan
Dengan berbagai langkah ini, pemerintah berharap konsumsi masyarakat tetap stabil, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di paruh kedua tahun 2026. Langkah-langkah proaktif diambil untuk mengurangi dampak risiko eksternal yang terus berlangsung, serta menjaga dinamika perekonomian domestik.
