Skip to content
Ekonomi

New Policy: UMKM Siap Naik Kelas, Logistik Dinilai Penentu Ekspansi ke Pasar Global

Sarah Jones - kabarteras.com 3 mins read

l, Logistik Jadi Kunci Utama New Policy - Dalam rangka meningkatkan daya saing ekspor, New Policy baru-baru ini diperkenalkan untuk mendukung pertumbuhan UMKM

New Policy: UMKM Siap Naik Kelas, Logistik Dinilai Penentu Ekspansi ke Pasar Global

New Policy: UMKM Siap Ekspansi Global, Logistik Jadi Kunci Utama

New Policy – Dalam rangka meningkatkan daya saing ekspor, New Policy baru-baru ini diperkenalkan untuk mendukung pertumbuhan UMKM Indonesia dalam akses pasar internasional. Ekspansi ke luar negeri menjadi salah satu strategi utama bagi pelaku usaha kecil menengah (UKM) dalam menciptakan nilai tambah dan memperluas pangsa pasar. Dengan kebijakan yang lebih terstruktur, UMKM diharapkan mampu memanfaatkan infrastruktur logistik yang optimal, sehingga ekspor produk lokal bisa mengikuti tren global yang semakin berkembang. Kebutuhan layanan logistik yang stabil, cepat, dan berbiaya kompetitif menjadi faktor penentu keberhasilan ekspansi ini.

Kebijakan Baru untuk Penguatan Daya Saing UMKM

New Policy yang diterapkan pemerintah menjadi titik balik penting bagi UMKM dalam meningkatkan kapasitas ekspor. Kebijakan ini mengintegrasikan berbagai aspek seperti pengurangan biaya pengiriman, penguatan kerja sama dengan penyedia jasa logistik, dan pengembangan standarisasi produk. Dengan adanya kebijakan tersebut, pelaku usaha bisa memperoleh akses lebih mudah ke pasar internasional, terutama melalui pengoptimalan rantai pasok yang sebelumnya menjadi hambatan utama. Hal ini terutama penting karena UMKM menyumbang lebih dari 60 persen dari pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam 2025, sektor ekspor Indonesia mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,11 persen, menunjukkan bahwa peluang ekspor telah terbuka lebih lebar. New Policy bertujuan untuk mempercepat proses ini dengan memastikan layanan logistik yang memadai. Pemerintah bersama mitra strategis seperti DHL Express Indonesia mengembangkan solusi transportasi yang lebih efisien, mulai dari pengaturan jadwal pengiriman hingga penggunaan teknologi digital untuk meminimalkan risiko kesalahan.

Transformasi Logistik dalam Era Globalisasi

Pengembangan sistem logistik yang terpadu menjadi komponen kunci dalam New Policy. Sementara sebelumnya, banyak UMKM menghadapi tantangan dalam mengakses distribusi internasional karena keterbatasan sumber daya dan ketergantungan pada jasa logistik yang tidak konsisten. Kebijakan baru ini berupaya mengatasi masalah ini dengan membangun ekosistem logistik yang lebih terjangkau, berkelanjutan, dan adaptif terhadap kebutuhan bisnis skala kecil.

DHL Express Indonesia, sebagai salah satu mitra utama dalam New Policy, mengungkapkan bahwa permintaan global terhadap produk Indonesia meningkat pesat. “Kami melihat pergeseran tren dari pengiriman skala kecil menuju volume yang lebih besar, menunjukkan bahwa bisnis lokal tidak hanya berhasil masuk ke pasar global, tetapi juga mulai berkembang di dalamnya,” kata Ahmad Mohamad, Senior Technical Advisor DHL Express Indonesia.

Menurut Poppy Ariani, Vice President Commercial DHL Express Indonesia, logistik menjadi penentu utama keberhasilan ekspor. “Dengan New Policy, pelaku UMKM bisa mengandalkan sistem distribusi yang lebih terorganisasi dan modern. Hal ini memungkinkan mereka mengirimkan produk dengan lebih cepat dan lebih aman,” paparnya. Dengan keberhasilan layanan logistik, UMKM diharapkan bisa menyaingi perusahaan besar yang telah lebih dulu memasuki pasar internasional.

Langkah Konkret untuk Membangun Kapasitas Ekspor

New Policy juga mencakup program pelatihan bagi pelaku UMKM dalam mengelola logistik secara efektif. Melalui inisiatif ini, para pengusaha diberikan wawasan tentang penggunaan teknologi seperti sistem tracking dan manajemen gudang yang bisa meningkatkan efisiensi pengiriman. Selain itu, kebijakan tersebut mendorong kerja sama antara UMKM dengan perusahaan logistik besar untuk memastikan konsistensi layanan, terutama di daerah-daerah yang sebelumnya sulit diakses.

Salah satu aspek penting dari New Policy adalah pengembangan infrastruktur transportasi. Dengan perbaikan jalan raya, pelabuhan, dan bandara, UMKM bisa mengurangi waktu pengiriman dan biaya operasional. “Ketiga elemen ini sangat penting karena menentukan kecepatan dan kualitas distribusi produk ke luar negeri,” jelas Poppy Ariani. Kebijakan ini juga berfokus pada pengurangan hambatan birokrasi, sehingga proses ekspor menjadi lebih cepat dan transparan.

“New Policy memastikan bahwa UMKM memiliki alat dan peluang untuk bersaing di pasar global. Logistik yang optimal adalah kunci untuk mengubah daya saing lokal menjadi daya saing internasional,” kata Ariani dalam siaran persnya, Selasa (30/6/2026).

Join the discussion