Pembangunan Pedesaan Ala China: Kota Kuno Jadi Resort Megah, Hingga Bertani di Bawah Panel Surya
Pembangunan Pedesaan Ala China menjadi inspirasi besar bagi negara-negara berkembang dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pengalaman saya mengunjungi
Pembangunan Pedesaan Ala China: Transformasi Desa Kuno
Kabarteras.com – Pembangunan Pedesaan Ala China menjadi inspirasi besar bagi negara-negara berkembang dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pengalaman saya mengunjungi Qingyuan, Provinsi Guangdong, Tiongkok, memberikan gambaran nyata bagaimana desa-desa kuno dapat bertransformasi menjadi destinasi wisata kelas dunia. Pemandangan perbukitan hijau yang membentang luas dengan sungai mengalir di bawahnya terasa sangat familiar dengan suasana tropis Indonesia.
Kedatangan kami di Guangdong pada Ahad, 26 Juli 2026, terjadi tepat setelah wilayah tersebut dilanda topan Noul. Badai kategori 10 ini menyebabkan gangguan signifikan terhadap ratusan perjalanan antara Tiongkok selatan dan Hong Kong. Sekitar 200 ribu warga dievakuasi, lebih dari 350 penerbangan dibatalkan, dan masyarakat setempat diminta menghindari aktivitas luar ruangan selama beberapa hari.
Program ASEAN Media China Tour Menuju APEC 2026
Bersama 20 jurnalis dan influencer dari berbagai negara ASEAN, saya berhasil tiba di Tiongkok dengan selamat. Kedatangan kami merupakan bagian dari program ASEAN Media China Tour: Dynamic Guangdong, yang merupakan persiapan menuju penyelenggaraan APEC Tiongkok 2026 pada November mendatang. Program ini bertujuan memperkenalkan perkembangan ekonomi dan pariwisata Tiongkok kepada media internasional.
Biasanya bulan Juli menandai puncak musim panas di Tiongkok selatan. Namun, setelah badai berlalu, cuaca Guangdong berubah menjadi mendung dengan hujan ringan sepanjang hari. Suhu yang sebelumnya mencapai 38 derajat Celcius turun menjadi 25 derajat Celcius saat kami tiba, menciptakan suasana yang nyaman untuk eksplorasi.
Wilayah kami sejak kemarin dilanda topan, angin kencang sekali sehingga membuat padi-padi jadi rusak, tapi kami senang dikunjungi seperti ini, selamat datang di rumah kami
Ungkapan tersebut disampaikan oleh Lin Weiqiang, General Manager Sanhe Daoli Hot Spring Resort di bawah manajemen Guangzhou White Swan Hotel Management Co., Ltd. Ia menyatakan bahwa kami beruntung karena cuaca sudah lebih bersahabat setelah badai. Kehadiran tamu internasional menjadi momen berharga bagi masyarakat lokal untuk berbagi pengalaman dan budaya mereka.
Revitalisasi Desa Kuno Menjadi Resort Modern
Weiqiang menjelaskan bahwa wilayah ini dulunya hanyalah desa kuno sederhana dengan beberapa petani yang mengandalkan hasil panen biasa. Kini, Resor Pemandian Air Panas Sanhe Daoli telah berdiri megah dengan luas mencapai 130 hektar. Proyek ini merupakan contoh nyata pembangunan pedesaan ala China yang berhasil menggabungkan pelestarian budaya dengan pengembangan ekonomi modern.
Proyek pariwisata ini menggabungkan wilayah pertanian dengan investasi dari Qingyuan Daoli Hotel Management Co., Ltd. Sebanyak 30 rumah pertanian tua, 30 hektar lahan kosong, 70 hektar lahan pertanian, serta tambak ikan telah diubah menjadi resort mewah. Kamar termahal di resort ini dapat mencapai harga Rp25 juta per malam, menunjukkan potensi ekonomi yang besar dari revitalisasi desa.
Kami mengikuti prinsip mengembalikan yang lama seperti semula, proyek ini mengembangkan seluruh desa menjadi resor pemandian air panas, mendorong integrasi mendalam antara desa-desa kuno, arsitektur kuno, dan industri resor pemandian air panas
Letak resort ini berada di Desa Sanhe, Kota Sankeng, Distrik Qingxin. Tantangan terbesar dalam proyek ini adalah keraguan dan kurangnya kepercayaan diri penduduk desa. Namun, setelah mengorganisir perwakilan desa untuk mengunjungi dan belajar dari daerah lain, perspektif mereka berubah. Kekhawatiran mereka hilang, dan mereka secara aktif bekerja sama dalam merevitalisasi rumah-rumah serta mempromosikan implementasi proyek.
Inovasi Pertanian Modern dengan Panel Surya
Selain pengembangan pariwisata, pembangunan pedesaan ala China juga mencakup inovasi dalam sektor pertanian. Di berbagai wilayah Tiongkok, petani kini memanfaatkan teknologi panel surya untuk meningkatkan produktivitas lahan. Sistem pertanian di bawah panel surya memungkinkan tanaman tumbuh optimal sambil menghasilkan energi terbarukan.
Teknologi ini tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon. Panel surya yang dipasang di atas lahan pertanian berfungsi sebagai pelindung tanaman dari sinar matahari berlebihan, sekaligus menghasilkan listrik untuk kebutuhan operasional desa. Model ini menjadi solusi berkelanjutan untuk menghadapi perubahan iklim global.
FAQ: Pembangunan Pedesaan Ala China
Apa itu pembangunan pedesaan ala China? Pembangunan pedesaan ala China adalah model pengembangan wilayah pedesaan yang menggabungkan pelestarian budaya lokal dengan investasi modern untuk menciptakan destinasi wisata dan pusat ekonomi yang berkelanjutan.
Berapa luas Resor Sanhe Daoli? Resor Pemandian Air Panas Sanhe Daoli memiliki luas mencapai 130 hektar, yang mencakup 30 rumah pertanian tua, 30 hektar lahan kosong, 70 hektar lahan pertanian, dan tambak ikan.
Kapan APEC Tiongkok 2026 akan diselenggarakan? APEC Tiongkok 2026 dijadwalkan akan diselenggarakan pada November 2026, dengan Guangdong sebagai salah satu tuan rumah utama.
Bagaimana panel surya membantu pertanian? Panel surya yang dipasang di atas lahan pertanian berfungsi sebagai pelindung tanaman dari sinar matahari berlebihan, sekaligus menghasilkan listrik untuk kebutuhan operasional desa dan meningkatkan pendapatan petani.
Di mana lokasi Resor Sanhe Daoli? Resor ini terletak di Desa Sanhe, Kota Sankeng, Distrik Qingxin, Provinsi Guangdong, Tiongkok.
