Skip to content
Ekonomi

Said Iqbal Akui Industri Garmen Tanah Air Goyah Akibat Turunnya Daya Beli Masyarakat

Jennifer Brown - kabarteras.com 2 mins read

SEMARANG — Sektor garmen nasional tengah menghadapi tantangan berat yang mengancam keberlangsungan banyak perusahaan. Said Iqbal Akui Industri Garmen sedang

Said Iqbal Akui Industri Garmen Tanah Air Goyah Akibat Turunnya Daya Beli Masyarakat

Said Iqbal: Industri Garmen Indonesia Goyah

Kabarteras.com – SEMARANG — Sektor garmen nasional tengah menghadapi tantangan berat yang mengancam keberlangsungan banyak perusahaan. Said Iqbal Akui Industri Garmen sedang mengalami masa-masa sulit akibat berbagai faktor eksternal dan internal. Sebagai Penasihat Khusus Presiden untuk Urusan Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, ia menjelaskan bahwa penurunan daya beli masyarakat menjadi penyebab utama ketidakstabilan industri ini.

Kunjungan kerja ke PT Victory Apparel Semarang menjadi momen penting bagi Said Iqbal untuk melihat langsung dampak krisis. Perusahaan garmen tersebut berencana menghentikan operasionalnya dan melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap 846 karyawan. Langkah ini mencerminkan betapa seriusnya masalah yang dihadapi pelaku industri tekstil dan garmen di Indonesia.

PHK Massal di Berbagai Perusahaan Garmen

Setelah menyelesaikan kunjungan ke PT Victory, Said Iqbal berencana melanjutkan perjalanan ke PT Samwon Busana Indonesia di Jepara. Situasi yang dihadapi PT Samwon sangat mirip dengan PT Victory, yaitu mengalami kebangkrutan dan akan memberhentikan lebih dari 600 pekerjanya. Rangkaian PHK ini menunjukkan tren negatif yang sedang terjadi di sektor garmen.

Sebelum kedua perusahaan tersebut, PT Sri Rejeki Isman Tbk atau yang dikenal sebagai Sritex telah lebih dulu mengalami pailit. Perusahaan tekstil terbesar di Indonesia ini berpusat di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Kepailitan Sritex menjadi sinyal awal bahwa industri garmen Indonesia sedang dalam kondisi yang tidak stabil.

Pertama faktornya adalah menurunnya daya beli masyarakat. Itu harus diakui, pemerintah juga mengakui itu. Penurunan daya beli mengakibatkan produksi menurun. Produksi yang menurun tentu efisiensi dari perusahaan, ujar Said Iqbal, Senin (27/7/2026).

Strategi Pemerintah Mengatasi Krisis

Meskipun mengakui adanya masalah, Said Iqbal menegaskan bahwa pemerintah sedang berusaha keras untuk memperbaiki kondisi. Ia menyebutkan bahwa Presiden Prabowo telah meningkatkan upah buruh selama dua tahun berturut-turut. Sebelumnya, selama sepuluh tahun upah tidak pernah mengalami kenaikan signifikan. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan daya beli masyarakat agar dapat menyerap produksi garmen.

Tapi begitu Pak Prabowo jadi Presiden, upah buruh 2025 naik 6,5 persen, 2026 6,5 persen, bahkan sampai 9,5 persen. Itu untuk meningkatkan daya beli sehingga bisa menyerap produksi, jelasnya.

Said Iqbal menambahkan bahwa ketika produksi dapat dibeli oleh para pekerja dan masyarakat, hal tersebut akan mendorong peningkatan produksi. Peningkatan produksi pada gilirannya akan menciptakan penyerapan tenaga kerja yang lebih baik. Industri garmen yang stabil diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian nasional dan kesejahteraan buruh.

Join the discussion