Skip to content
Rejabar

Important News: Lereng Gunung Pasrean Dipapas Alat Berat tak Berizin, Warga Bandung Barat Protes Takut Longsor

Sarah Jones - kabarteras.com 3 mins read

Important News: Alat Berat Tak Berizin di Lereng Pasrean Picu Protes Warga Bandung Barat Important News - Sejumlah warga di Kecamatan Cihampelas, Kabupaten

Important News: Lereng Gunung Pasrean Dipapas Alat Berat tak Berizin, Warga Bandung Barat Protes Takut Longsor

Important News: Alat Berat Tak Berizin di Lereng Pasrean Picu Protes Warga Bandung Barat

Important News – Sejumlah warga di Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat memprotes aktivitas pematangan tanah di lereng Gunung Pasrean yang dilakukan alat berat tanpa izin. Protes ini bermula setelah masyarakat Kampung Cilutung, Desa Singajaya, menemukan risiko bahaya longsor yang mengancam permukiman dan fasilitas pendidikan di sekitar lokasi proyek. Warga menilai kegiatan tersebut tidak hanya mengganggu lingkungan tetapi juga berpotensi menyebabkan bencana besar.

Proyek Pengembangan Lahan Pertanian di Lereng Pasrean

Proyek yang sedang berlangsung menargetkan pengembangan lahan pertanian di area lereng Gunung Pasrean. Menurut rencana, alat berat seperti eksavator digunakan untuk meratakan tanah dan membentuk jalur akses di bagian hulu lereng. Wilayah yang diolah mencakup luas lebih dari 500 meter persegi, berada di dekat pemukiman warga. Ratusan rumah, termasuk bangunan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan tempat ibadah, terletak tepat di bawah lokasi pematangan tersebut. Warga khawatir bahwa aktivitas ini bisa menyebabkan gangguan pada alur drainase alami, sehingga memicu longsor saat hujan deras.

“Lokasinya berada di atas kampung. Di bawahnya ada banyak rumah warga, bahkan yang paling dekat ada bangunan MI dan tempat ibadah. Kami takut kalau hujan deras, longsor bisa terjadi,” kata Ade Komarudin (55), warga setempat, Jumat (3/7/2026).

Berdasarkan informasi yang diperoleh, proyek ini dianggap penting oleh pihak pengelola untuk meningkatkan produktivitas pertanian di daerah tersebut. Namun, warga menilai pemerintah belum memberikan penjelasan yang jelas tentang izin usaha proyek dan dampak lingkungan yang mungkin terjadi. Mereka menuntut evaluasi lebih lanjut sebelum kegiatan dilanjutkan, agar keamanan warga dan lingkungan terjamin.

Konflik Warga dan Pihak Proyek

Konflik antara warga dan pihak yang mengelola proyek terus berlanjut. Para warga menilai bahwa alat berat yang digunakan tanpa persetujuan resmi merupakan langkah yang kurang tepat, terutama karena lereng Gunung Pasrean dikenal rentan terhadap pergerakan tanah. Asep, warga lainnya, menambahkan bahwa ada kebingungan mengenai alasan penggunaan alat berat yang besar untuk proyek yang dianggap kecil.

“Katanya untuk pengembangan lahan pertanian, tapi kami heran kenapa sampai harus memapas bukit menggunakan alat berat dan membuka area seluas ini,” ujar Asep (35), warga Kampung Cilutung.

Warga juga menyampaikan kekhawatiran akan keselamatan fasilitas umum. Terutama jika proyek ini tidak diimbangi dengan penanaman pohon atau pembuatan tanggul penahan tanah. Mereka menilai pemerintah perlu mengambil langkah lebih cepat untuk memastikan keberlanjutan proyek dan menghindari kerusakan lingkungan yang bisa berakibat fatal.

Important News – Dalam beberapa hari terakhir, para warga terus melakukan aksi penolakan melalui pertemuan terbuka dan pemasangan spanduk di dekat area proyek. Mereka menuntut pemerintah setempat untuk melakukan konsultasi lebih dini dengan masyarakat sebelum menyetujui penggunaan alat berat di lereng yang rawan longsor. Selain itu, warga menginginkan pemeriksaan izin usaha proyek yang lebih ketat oleh instansi terkait.

Important News – Dari sisi pemerintah, Dinas Pertanian KBB menyatakan bahwa proyek ini sudah memiliki izin yang sah. Namun, mereka mengakui perlunya koordinasi lebih baik dengan warga untuk menghindari konflik. Kepala Dinas Pertanian KBB, Bambang Surya, menjelaskan bahwa proyek ini bertujuan mengurangi risiko kekeringan di wilayah pertanian dan meningkatkan kesuburan tanah. Ia berharap masyarakat bisa memahami manfaat jangka panjang proyek tersebut.

Meski begitu, warga tetap bersikeras bahwa pematangan tanah di lereng Pasrean harus disertai penelitian dampak lingkungan dan penyesuaian metode kerja. Protes ini juga memicu perhatian media dan organisasi lingkungan hidup yang turut mengkritik penggunaan alat berat tanpa izin. Dengan begitu, Important News tentang keberlanjutan proyek dan kesejahteraan masyarakat semakin menjadi sorotan publik.

Join the discussion