Skip to content
Rejabar

Strategi Bupati Jeje Hadapi Krisis Air Bersih Selama Kemarau

Linda Wilson - kabarteras.com 3 mins read

Menyikapi prediksi musim kemarau yang akan berlangsung lebih panjang akibat fenomena El Nino, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah menyusun berbagai

Strategi Bupati Jeje Hadapi Krisis Air Bersih Selama Kemarau

Upaya Pemkab Bandung Barat Mengatasi Kekurangan Air di Musim Kering

Kabarteras.com – Menyikapi prediksi musim kemarau yang akan berlangsung lebih panjang akibat fenomena El Nino, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah menyusun berbagai strategi untuk menjamin ketersediaan air bersih bagi warganya. Bupati Jeje Ritchie Ismail menegaskan bahwa saat ini sedang berlangsung pengerjaan pengeboran pada 48 lokasi sumur baru.

Penentuan lokasi-lokasi tersebut tidak dilakukan secara sembarangan. Pemetaan yang cermat menjadi dasar pemilihan desa-desa yang paling membutuhkan dan sering kali mengalami kelangkaan air selama periode kering. Selain itu, pembangunan sistem pengelolaan air minum atau SPAM juga dipercepat di sejumlah titik tersebut.

Kami mempercepat pembangunan sumber air melalui pengeboran sumur bor atau SPAM (sistem pengelolaan air minum) di 48 titik yang tersebar di berbagai desa, disertai penyediaan toren atau tandon air agar distribusi air kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.

Konfirmasi mengenai langkah-langkah ini disampaikan oleh Bupati Jeje pada hari Ahad, tanggal 26 Juli 2026. Ia menjelaskan bahwa ketersediaan toren atau tandon air menjadi bagian integral dari upaya memastikan distribusi berjalan lancar.

Armada dan Layanan Darurat

Untuk mendukung operasional distribusi, sejumlah kendaraan tangki telah disiapkan oleh berbagai instansi pemerintah daerah. Armada tersebut mencakup tiga unit milik BPBD, dua unit dari Dinas Perumahan dan Permukiman, serta satu unit tambahan dari Dinas Pemadam Kebakaran.

Masyarakat yang kesulitan mendapatkan air dapat menyampaikan laporan melalui jalur resmi. Pelapor dapat menghubungi pemerintah desa atau kecamatan setempat, atau langsung mengakses layanan Call Center BPBD melalui aplikasi WhatsApp di nomor 0877-1661-2121. Setiap laporan akan segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan memastikan setiap masyarakat yang terdampak mendapatkan penanganan secara cepat dan tepat.

Status Siaga dan Data Historis

Sebelumnya, pemerintah daerah telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) berlaku selama periode 1 Juli hingga 30 September 2026. Keputusan ini mencerminkan kesiapan pemerintah dalam menghadapi berbagai risiko yang mungkin muncul selama musim kering.

Langkah ini diambil sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan sekaligus mengantisipasi meningkatnya kebakaran hutan dan lahan selama kemarau.

Duddy Prabowo, yang saat ini menjabat sebagai Plt Kepala BPBD Kabupaten Bandung Barat, menjelaskan bahwa pemetaan daerah rawan kekeringan didasarkan pada data kejadian dari beberapa musim kemarau sebelumnya. Informasi historis ini menjadi acuan penting dalam menentukan prioritas penanganan apabila krisis air kembali terjadi.

Pada tahun 2023, tercatat delapan kecamatan yang mengalami kekeringan, yaitu Cisarua, Ngamprah, Padalarang, Cipatat, Cipeundeuy, Cikalongwetan, Rongga, dan Gununghalu. Sementara itu, pada tahun 2024, wilayah terdampak meliputi Kecamatan Batujajar, Ngamprah, Padalarang, Cipatat, Cisarua, Cikalongwetan, dan Cipeundeuy.

Wilayah-wilayah tersebut menjadi perhatian kami karena berdasarkan pengalaman sebelumnya berpotensi kembali mengalami kekeringan saat musim kemarau berlangsung.

Sebagai bentuk antisipasi, BPBD telah menyiapkan 20 personel beserta tiga unit mobil tangki air yang dapat segera dikerahkan ke lokasi yang membutuhkan. Personel dan peralatan tersebut telah berada dalam kondisi siaga penuh untuk dimobilisasi kapan saja diperlukan.

Dalam konteks kesiapsiagaan tentu personel dan juga peralatan sudah kami siapkan. Ada 20 personel yang disiagakan dan tiga mobil tangki yang siap dimobilisasi.

Pemantauan terus dilakukan terhadap kondisi cuaca dan ketersediaan sumber air di seluruh wilayah Bandung Barat. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa bantuan air bersih dapat didistribusikan dengan cepat kepada masyarakat yang mulai mengalami kesulitan.

Join the discussion