Topics Covered: Indonesia Bagikan Pengalaman Kelola Gambut Berbasis Data di Forum GPI Peru
Indonesia Berbagi Pengalaman Kelola Gambut Berbasis Data di Forum GPI Peru Topics Covered dalam pertemuan teknis Global Peatlands Initiative (GPI) di Lima
Indonesia Berbagi Pengalaman Kelola Gambut Berbasis Data di Forum GPI Peru
Topics Covered dalam pertemuan teknis Global Peatlands Initiative (GPI) di Lima, Peru, Kamis (2/7/2026), meliputi strategi pengelolaan gambut yang berbasis data dan berbagai pendekatan inovatif. Dalam diskusi, Indonesia memaparkan pengalaman manajemen gambut yang menekankan integrasi teknologi, pemantauan karbon, serta keterlibatan masyarakat. Strategi ini dirancang untuk menjaga keseimbangan ekosistem, mengurangi emisi gas rumah kaca, dan memastikan keberlanjutan lingkungan serta ekonomi.
Pendekatan Sistematis dan Terintegrasi
Kepala Sekretariat Interim ITPC Bidang Kehutanan, Agus Justianto, menjelaskan bahwa Topics Covered dalam presentasi menyebutkan bahwa pengelolaan gambut berbasis data memainkan peran kunci dalam menghadapi perubahan iklim. “Pengelolaan gambut mencakup perlindungan lahan basah, pengurangan emisi, penjagaan fungsi hidrologi, konservasi keanekaragaman hayati, serta pemanfaatan lahan yang ramah lingkungan,” kata Agus, dikutip Sabtu (4/7/2026). Ia menekankan bahwa strategi ini memadukan data dari berbagai sumber untuk membuat keputusan yang lebih akurat dan efektif.
“Tujuan utamanya adalah menstabilkan keseimbangan gas rumah kaca. Untuk itu, Topics Covered dalam diskusi menyebutkan bahwa pengelolaan gambut harus memastikan muka air tanah tetap terjaga, menghindari drainase berlebihan, mencegah penggunaan api, dan memilih komoditas sesuai karakteristik gambut,”
Manajemen Karbon dan Integrasi Skala
Dalam Topics Covered di forum GPI Peru, Indonesia juga mengupas kerangka kerja manajemen karbon yang komprehensif. Pendekatan ini mencakup perlindungan gambut sebelum rusak, pengelolaan berkelanjutan, pencegahan pengeringan, penataan kembali fungsi ekosistem, restorasi hidrologi, serta rehabilitasi setelah pemulihan. Agus menyebutkan bahwa strategi ini diterapkan tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga di Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) untuk mengendalikan fungsi ekosistem, emisi karbon, dan keseimbangan air secara optimal.
Indonesia menjelaskan bahwa Topics Covered dalam upaya restorasi gambut melibatkan skala kecil hingga besar. Metode seperti revegetasi, pengembangan paludikultur, dan pembasahan kembali (rewetting) dirancang untuk memperkuat fungsi gambut sebagai penyangga ketahanan iklim. Menurut Bambang Supriyanto, Wakil Kepala Sekretariat Interim ITPC Bidang Kehutanan, pendekatan ini memungkinkan pemerintah mengambil tindakan tepat waktu berdasarkan data real-time yang diperoleh.
Kemitraan Riset dan Inovasi
Salah satu Topics Covered dalam presentasi adalah kolaborasi antara pemerintah dengan 17 perguruan tinggi dan 10 lembaga penelitian untuk meningkatkan inovasi restorasi gambut. Riset ini mencakup pengemb
