Skip to content
Rejogja

Special Plan: Puncak Antariksa 2026, Mahasiswa UNISA Tegaskan Kampanye Anti Judol tak Berhenti di Ruang Kelas

Linda Wilson - kabarteras.com 3 mins read

Special Plan 2026: Mahasiswa UNISA Tegaskan Kampanye Anti Judi Online Berlanjut di Luar Ruang Kelas Peluncuran Program Edukasi Berbasis Special Plan Special

Special Plan: Puncak Antariksa 2026, Mahasiswa UNISA Tegaskan Kampanye Anti Judol tak Berhenti di Ruang Kelas

Special Plan 2026: Mahasiswa UNISA Tegaskan Kampanye Anti Judi Online Berlanjut di Luar Ruang Kelas

Peluncuran Program Edukasi Berbasis Special Plan

Special Plan – Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya judi online, Special Plan 2026 kembali digelar oleh mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta. Program ini tidak hanya menjadi bagian dari acara tahunan “Puncak Antariksa” tetapi juga bertujuan untuk menyebarkan pesan anti-judol secara lebih luas. Kegiatan yang diadakan di Gedung UNISA Yogyakarta, Kamis (9/7/2026), menjadi ajang untuk menegaskan komitmen mahasiswa dalam memperkuat kampanye #StopClicking StarLiving melalui pendekatan yang lebih kreatif dan berkelanjutan. Dengan memperluas cakupan program Special Plan, para peserta berharap mampu menjangkau lebih banyak kalangan, terutama generasi muda yang rentan terhadap kecanduan judi online.

“Special Plan bukan sekadar agenda tahunan, tetapi wadah untuk melahirkan karya, kolaborasi, dan gerakan edukasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” kata Ketua Panitia Antariksa 2026, Anwar Annas Rifai, saat membuka acara. Ia menjelaskan bahwa tema “Strategi Anti-Adiksi dan Literasi Digital untuk Memutus Rantai Judi Online” dipilih secara sengaja untuk memperkuat fokus kampanye yang selama ini hanya terbatas pada ruang kelas.

Kampanye ini menjangkau sekitar 2.500 siswa melalui roadshow di 16 sekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Selain itu, mahasiswa juga melakukan edukasi di tiga desa serta menyelenggarakan gerakan sosial di Titik Nol Kilometer Yogyakarta yang menarik perhatian wisatawan lokal dan internasional. Anwar menegaskan bahwa kegiatan Special Plan 2026 dirancang untuk memperluas pengaruh anti-judol ke berbagai lingkungan, termasuk komunitas desa dan lingkaran sosial yang belum terjangkau oleh program sebelumnya. “Kami ingin memastikan pesan ini tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat,” tambahnya.

Peran Mahasiswa dalam Membangun Kesadaran Generasi Muda

Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Urusan Internasional UNISA Yogyakarta, Dr. M. Ali Imron, M.Fis., menyampaikan apresiasi terhadap upaya mahasiswa dalam menghadirkan perubahan melalui Special Plan. Ia menekankan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk nyata dari kontribusi akademisi terhadap isu sosial. “Special Plan 2026 menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga aktif dalam menciptakan kesadaran generasi muda tentang bahaya judi online,” ujarnya. Ali Imron menjelaskan bahwa program ini menggabungkan pengetahuan ilmu pengetahuan dengan kegiatan praktis, sehingga mampu menciptakan dampak jangka panjang.

“Kami percaya bahwa program Special Plan 2026 akan menjadi titik balik dalam memutus pola konsumsi judi online di kalangan remaja,” kata Ali Imron. Ia menambahkan bahwa mahasiswa sebagai penerus perjuangan Ahmad Dahlan memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi agen perubahan, terutama dalam memperkuat literasi digital dan mengurangi adiksi terhadap media sosial yang sering dijadikan sarana bagi penjudi online.

Dalam rangkaian kegiatan Special Plan 2026, para peserta juga menyiapkan berbagai inisiatif seperti workshop digital, seminar tentang manajemen keuangan, dan even interaktif yang mengundang partisipasi aktif masyarakat. Keberagaman metode ini dirancang agar pesan anti-judol mampu diterima secara efektif oleh berbagai kalangan, termasuk orang tua, guru, dan pemangku kepentingan lainnya. “Kami ingin membuat peserta tidak hanya mendengar, tetapi juga mengalami dan memahami dampak judi online secara langsung,” jelas Anwar. Dengan pendekatan ini, Special Plan 2026 berharap mampu membangun sikap kritis terhadap penggunaan teknologi untuk tujuan yang tidak sehat.

Di samping itu, kegiatan ini juga menjadi platform bagi mahasiswa untuk berkolaborasi dengan berbagai organisasi, seperti lembaga pendidikan, komunitas lokal, dan perusahaan teknologi. Ali Imron menyatakan bahwa kerja sama ini sangat penting dalam memastikan keberlanjutan program Special Plan. “Kami ingin menunjukkan bahwa anti-judol bukan hanya tugas individu, tetapi juga perlu dukungan kolektif dari berbagai pihak,” tambahnya. Melalui kerja sama ini, pesan anti-judol diharapkan dapat mencapai lingkaran yang lebih luas, termasuk masyarakat yang tidak memiliki akses ke pendidikan formal.

Sebagai bagian dari kampanye #StopClicking StarLiving, Special Plan 2026 juga memperkenalkan inovasi baru seperti penggunaan media sosial untuk edukasi dan monitoring kebiasaan pengguna internet. Anwar menyebutkan bahwa metode ini menjadi jawaban atas tantangan masa kini, di mana kecanduan judi online sering kali berkembang melalui platform digital. “Dengan mengintegrasikan teknologi ke dalam kampanye, kita bisa menjangkau generasi muda yang lebih efektif,” katanya. Selain itu, program ini juga mencakup pelatihan literasi digital bagi guru dan orang tua, agar mereka mampu menjadi pelindung bagi anak-anak mereka.

Join the discussion