Latest Program: Teknologi Pengolahan Sampah Plastik Dinilai Perkuat Ekonomi Sirkular di Tingkat Masyarakat
Pengolahan Sampah Plastik Dinilai Perkuat Ekonomi Sirkular di Tingkat Masyarakat Latest Program - Pemilahan dan pengumpulan sampah plastik melalui bank sampah
Teknologi Pengolahan Sampah Plastik Dinilai Perkuat Ekonomi Sirkular di Tingkat Masyarakat
Latest Program – Pemilahan dan pengumpulan sampah plastik melalui bank sampah tidak lagi dianggap sebagai solusi utama. Teknologi tepat guna, kata para ahli, menjadi kunci dalam mengurangi jumlah limbah sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomis yang bisa dikelola secara mandiri oleh masyarakat. Upaya ini diwujudkan oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Mercu Buana, yang mengaplikasikan mesin pencacah plastik untuk mengubah sampah menjadi paving blok tembus air di Kelurahan Meruya Utara, Jakarta Barat.
Program Terpadu untuk Pengelolaan Sampah dan Keuangan
Program yang didukung Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini juga melibatkan pelatihan digitalisasi pencatatan keuangan. Kader PKK serta pelaku UMKM mendapatkan pemahaman tentang pengelolaan dana secara lebih terstruktur, transparan, dan akuntabel. Materi meliputi pencatatan penerimaan dan pengeluaran kas, perhitungan biaya produksi, serta penyusunan laporan keuangan seperti laba rugi dan neraca.
“Pengolahan sampah saat ini menjadi hal yang krusial di setiap wilayah, khususnya Jakarta. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat karena memberikan pengetahuan, keterampilan, dan teknologi yang dapat digunakan untuk mengolah sampah menjadi produk bernilai,” ujar Ketua Tim Pelaksana, Fitri Indriawati.
Mesin pencacah plastik digunakan untuk mengubah limbah rumah tangga menjadi bahan baku tambahan dalam pembuatan paving blok tembus air. Produk ini memiliki pori-pori yang memudahkan air hujan meresap ke tanah, meningkatkan daya resap lingkungan dan mengurangi aliran air permukaan. Selain itu, teknologi ini juga diharapkan mendorong pengelolaan sampah dari sumber awal, sejalan dengan konsep ekonomi sirkular.
Pelatihan keuangan digital yang disampaikan menggunakan Microsoft Excel memberikan wawasan tentang cara mengelola usaha secara lebih efisien. Peserta belajar mengatur keuangan, menghitung biaya produksi, dan menyusun laporan keuangan yang lengkap. Teknologi ini dianggap mampu memperkuat partisipasi masyarakat dalam usaha pengolahan sampah, sekaligus membuka peluang bisnis berbasis limbah.
“Persoalan sampah menjadi tantangan yang terus dihadapi kawasan perkotaan, termasuk Jakarta. Inovasi yang dapat diterapkan langsung di tingkat masyarakat dinilai penting untuk memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya,” tutur Lurah Meruya Utara, Agustiawan.
Universitas Mercu Buana menyatakan pendampingan akan terus dilakukan agar masyarakat bisa mengoperasikan mesin pencacah plastik, menghasilkan paving blok tembus air, serta menerapkan sistem pencatatan keuangan digital secara mandiri. Program ini bertujuan memperkuat ekonomi sirkular melalui pengurangan sampah plastik, peningkatan keterlibatan warga, dan pemberdayaan usaha yang bermanfaat bagi lingkungan serta perekonomian lokal.
