Meeting Results: Purbaya Buka Pasar Rakyat di Yogya, Peneliti ITB: Momentum Bangun Kedaulatan Ekonomi Masyarakat
um Bangun Kedaulatan Ekonomi Masyarakat Meeting Results - Di tengah upaya pemerintah membangun ekonomi lokal, acara pembukaan Pasar Rakyat UMi 2026 di
Purbaya Buka Pasar Rakyat di Yogya, Peneliti ITB: Momentum Bangun Kedaulatan Ekonomi Masyarakat
Meeting Results – Di tengah upaya pemerintah membangun ekonomi lokal, acara pembukaan Pasar Rakyat UMi 2026 di Yogyakarta pada Kamis (16/7/2026) menjadi sorotan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa hadir dalam acara tersebut, yang menurut Agus S. Ekomadyo, peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB), menjadi momentum penting untuk meningkatkan kedaulatan ekonomi masyarakat. Dalam diskusi yang dihadiri berbagai pihak, para ahli menyampaikan bahwa pasar rakyat bukan hanya tempat perdagangan tradisional, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
Collaborasi ITB dalam Pendekatan Ekonomi Lokal
Agus, mantan rekan sejawat Purbaya di ITB, menekankan bahwa kehadiran Menkeu menggambarkan komitmen untuk mendukung sistem pasar yang lebih mandiri. Ia menyoroti bahwa pasar rakyat memiliki peran vital dalam distribusi pangan, sirkulasi uang, serta mendorong usaha kecil. “Meeting Results ini menjadi titik awal untuk menyusun strategi revitalisasi pasar yang berkelanjutan,” ujar Agus, sekaligus mengingatkan bahwa setiap pasar memiliki karakteristik unik yang perlu dipertimbangkan dalam pembangunan ekonomi.
Hasil Riset ITB: Penelitian Mendukung Kebijakan Pasar Rakyat
Tim peneliti ITB telah menggali data dari berbagai model pengelolaan pasar rakyat di Indonesia, termasuk di Jawa Tengah. Dalam laporan mereka, program Inovasi Unggul Berdampak ITB menjadi pilar dalam memberikan solusi praktis untuk pengembangan pasar tradisional. Riset ini tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga mencakup analisis manajemen, akses keuangan, serta dampak sosial-ekonomi. “Meeting Results yang dihasilkan dari studi ini bisa menjadi dasar kebijakan yang lebih inklusif,” tambah Agus, menegaskan pentingnya data lapangan dalam pembuatan keputusan.
Perbandingan Model Pengelolaan Pasar
Agus menjelaskan bahwa tiga model utama pengelolaan pasar memiliki keunggulan dan tantangan berbeda. Pasar swasta di Bandung dikenal cenderung responsif, tetapi minim dukungan regulasi. Pasar yang dikelola pemerintah Yogyakarta memiliki struktur kelembagaan kuat, tetapi sering mengalami keterlambatan administratif. Sementara model BUMD di Kediri menawarkan fleksibilitas manajemen, namun masih memerlukan peningkatan kualitas pengawasan. “Meeting Results menunjukkan bahwa setiap model perlu disesuaikan dengan konteks lokal agar tidak hanya menawarkan solusi seragam,” jelasnya.
Kendala dalam Revitalisasi Pasar Rakyat
Dalam diskusi, Agus menyampaikan kritik terhadap program revitalisasi pasar yang selama beberapa tahun terakhir diluncurkan pemerintah. Meski infrastruktur fisik sudah diperbaiki, ia menyoroti kurangnya peningkatan kapasitas pengelola pasar dalam mengelola manajemen transaksi dan peran ekonomi. “Meeting Results menunjukkan bahwa sistem manajemen yang kurang profesional justru menghambat pertumbuhan optimal pasar,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa akses pembiayaan yang terbatas membuat usaha mikro kesulitan berkembang, sehingga digitalisasi menjadi keharusan.
Digitalisasi sebagai Penyelamat Ekonomi Rakyat
Salah satu inisiatif yang didukung oleh penelitian ITB adalah pemanfaatan QRIS untuk memperkuat transparansi transaksi di pasar rakyat. “Meeting Results menunjukkan bahwa QRIS bisa menjadi alat untuk mengubah cara bertransaksi, sekaligus membuka akses keuangan bagi pedagang,” terang Agus. Transaksi yang tercatat secara digital tidak hanya memudahkan pembayaran, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sistem pasar. Ia menegaskan bahwa pendekatan ini harus diimbangi dengan reformasi regulasi untuk mencegah kesenjangan antara teknologi dan praktik nyata.
Langkah Strategis Masa Depan Pasar Rakyat
Dalam Meeting Results ini, Agus menyarankan beberapa langkah strategis untuk meningkatkan kedaulatan ekonomi masyarakat. Pertama, pemerintah perlu memperkuat kolaborasi antara lembaga penelitian dan pengelola pasar. Kedua, pendidikan literasi digital untuk pedagang harus dilakukan secara massal. Ketiga, penelitian ITB menyarankan penggunaan data teknologi dalam pengambilan kebijakan pasar. “Dengan memadukan inovasi dan tradisi, pasar rakyat bisa menjadi salah satu tulang punggung ekonomi nasional,” pungkas Agus. Pendapat ini menjadi bahan pertimbangan bagi berbagai pihak dalam menyusun rencana kebijakan jangka panjang.
