Skip to content
Esgnow

New Policy: Danantara Mulai Bangun Proyek PSEL di Bali

Betty Thomas - kabarteras.com 3 mins read

n Proyek PSEL Pertama Nasional di Bali New Policy - Dengan penerapan new policy terbaru, Pemerintah Indonesia meluncurkan proyek pengolahan sampah menjadi

New Policy: Danantara Mulai Bangun Proyek PSEL di Bali

Danantara Kembangkan Proyek PSEL Pertama Nasional di Bali

New Policy – Dengan penerapan new policy terbaru, Pemerintah Indonesia meluncurkan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik nasional pertama di Pulau Bali. Proyek ini dilakukan oleh perusahaan-perusahaan milik Danantara Indonesia, yaitu PT Danantara Investment Management (DIM) dan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), dan bertujuan menjadi contoh inovatif dalam pengelolaan sampah berbasis energi. Kebijakan ini menggambarkan komitmen pemerintah untuk mengurangi dampak lingkungan melalui pendekatan yang terpadu dan berkelanjutan.

Persoalan Sampah Butuh Penanganan Cepat

Kebiasaan pembuangan sampah secara sembarangan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Bali, telah menjadi tantangan serius. Menurut Rosan Roeslani, CEO Danantara Indonesia, masalah sampah tidak boleh dibiarkan terus-menerus karena berpotensi merusak ekosistem dan mengganggu kualitas kehidupan masyarakat. new policy yang diusung oleh pemerintah memberikan peluang untuk mengatasi isu ini dengan mendorong penggunaan teknologi yang efektif dalam pemanfaatan sumber daya sampah. Proyek PSEL di Bali diharapkan menjadi pusat percontohan bagi daerah lain.

“Dengan new policy ini, kita bisa melihat bagaimana sampah tidak hanya menjadi masalah, tetapi juga peluang untuk menghasilkan energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat,” jelas Rosan dalam pernyataan tertulis, Rabu (8/7/2026). Proyek PSEL dirancang secara menyeluruh, memadukan aspek teknologi, ekonomi, dan lingkungan untuk memastikan keberlanjutan dalam jangka panjang.

Regulasi yang Dipercepat untuk Mendukung Proyek

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa keberhasilan proyek PSEL sangat bergantung pada kejelasan regulasi. Sebelumnya, beberapa hambatan dalam aturan membuat pengembangan proyek ini terlambat. Dengan new policy yang diterbitkan, pemerintah mempercepat proses persetujuan dan penyesuaian kebijakan, sehingga memungkinkan pelaksanaan proyek secara lebih efisien. Kebijakan ini juga menegaskan pentingnya kerja sama antara sektor swasta dan pemerintah dalam mempercepat pengelolaan sampah.

“Kejelasan regulasi adalah kunci agar new policy ini bisa berjalan optimal,” tambah Zulkifli Hasan. Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak hanya mendorong pengurangan sampah, tetapi juga menciptakan ekosistem bisnis yang lebih inklusif. Proyek PSEL di Bali menjadi bagian dari upaya nasional untuk membangun infrastruktur lingkungan yang modern dan berbasis teknologi.

Teknologi Membantu Pengurangan Emisi

Proyek PSEL di Bali mengadopsi teknologi moving grate incinerator, yang telah teruji di berbagai negara. Teknologi ini dirancang untuk mengubah sampah menjadi energi listrik dengan proses pembakaran yang efisien dan menghasilkan emisi yang minimal. Danantara menyatakan bahwa Indonesia menghasilkan sekitar 140.000 ton sampah per hari, dan proyek ini diharapkan bisa mengurangi dampak lingkungan hingga 80 persen per ton sampah dibandingkan metode pembuangan terbuka. Fasilitas PSEL ini juga dilengkapi dengan sistem kontrol polusi udara (APCS) yang memenuhi standar emisi Eropa.

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan yang Nyata

Danantara mengklaim bahwa proyek PSEL di Bali akan menciptakan sekitar 1.200 lapangan kerja selama masa konstruksi dan operasional. Selain itu, energi listrik yang dihasilkan akan dikirimkan ke jaringan PLN melalui Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL), yang menjadi bagian dari new policy nasional. Ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal, tetapi juga memberikan contoh nyata bagaimana sampah dapat diubah menjadi sumber daya yang bermanfaat.

“Kebijakan new policy ini memberikan ruang bagi perusahaan seperti Danantara untuk berkontribusi secara langsung dalam mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam yang tidak terbarukan. Selain itu, ini juga mengurangi risiko pencemaran lingkungan yang sering terjadi di daerah-daerah dengan tingkat sampah tinggi,” tambah Rosan, yang menekankan pentingnya inovasi dalam pendekatan pengelolaan sampah.

Persiapan dan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional

Sejak diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025, DIM dan Denera telah mempercepat pengembangan tiga proyek tahap awal sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Proyek PSEL di Bali adalah salah satu dari tiga proyek ini yang sedang dalam proses pembentukan badan usaha, penyusunan kerja sama dengan pemerintah daerah, serta pematangan lahan. new policy juga memberikan kerangka kerja yang jelas bagi pengembangan proyek-proyek serupa di wilayah lain.

Komitmen untuk Menciptakan Perubahan Berkelanjutan

Proyek PSEL di Bali bukan hanya tentang pengolahan sampah, tetapi juga tentang mengubah cara berpikir masyarakat terhadap limbah. Kebijakan new policy ini menegaskan bahwa sampah bukan lagi masalah, tetapi peluang untuk menghasilkan energi dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Dengan pendekatan yang komprehensif, proyek ini diharapkan bisa menjadi tulang punggung dalam mencapai target nasional pengurangan emisi karbon.

Join the discussion