Skip to content
Esgnow

Sektor Lada Nasional Didorong Terapkan Praktik Budi Daya Berkelanjutan

Sarah Jones - kabarteras.com 3 mins read

JAKARTA – Upaya meningkatkan daya saing lada Indonesia di kancah internasional kini berfokus pada penerapan praktik budi daya yang berkelanjutan. Pasar global

Sektor Lada Nasional Didorong Terapkan Praktik Budi Daya Berkelanjutan

Indonesia Dorong Praktik Berkelanjutan di Sektor Lada untuk Daya Saing Global

Kabarteras.com – JAKARTA – Upaya meningkatkan daya saing lada Indonesia di kancah internasional kini berfokus pada penerapan praktik budi daya yang berkelanjutan. Pasar global semakin menuntut produk yang ramah lingkungan dan memiliki ketertelusuran yang jelas. Dalam rangka mendukung hal ini, GEF Small Grants Programme (SGP) Indonesia bersama International Pepper Community (IPC) telah menjalin kerja sama strategis yang diharapkan dapat membawa perubahan signifikan bagi petani lada di seluruh nusantara.

Kolaborasi ini bertujuan memperkuat kapasitas petani, menjaga konservasi lingkungan, serta mengembangkan nilai tambah komoditas lada. Penandatanganan nota kesepahaman sebagai wujud komitmen tersebut dilakukan di Jakarta pada Rabu, 22 Juli 2026. Program ini mencakup berbagai aspek mulai dari peningkatan kualitas produksi hingga akses pasar internasional yang lebih luas.

Pendekatan Holistik untuk Sektor Lada

Sidi Rana Menggala, National Coordinator GEF SGP Indonesia, menekankan bahwa penguatan sektor lada tidak hanya soal peningkatan produksi. Menurut beliau, praktik budi daya juga harus mampu menjaga keanekaragaman hayati dan kelestarian lingkungan secara bersamaan. Hal ini sejalan dengan visi Indonesia untuk menjadi produsen komoditas pertanian yang berkelanjutan di tingkat global.

Keberlanjutan harus tumbuh dari masyarakat di tingkat tapak melalui solusi lokal penjaga keanekaragaman hayati, jelas Sidi.

Program ini akan mendorong inovasi masyarakat untuk mencegah degradasi lahan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Pendampingan juga diarahkan agar petani memiliki keterampilan mengelola usaha dan mampu memenuhi kebutuhan pasar internasional. Dengan demikian, sektor lada nasional dapat bersaing secara adil di kancah dunia.

Petani lokal tidak hanya memerlukan bantuan dana, tetapi juga keterampilan hidup agar mampu bersaing di tingkat internasional, ujarnya.

IPC: Keberlanjutan sebagai Fondasi Daya Saing

Marina Novira Anggraini, Executive Director IPC, menyatakan bahwa keberlanjutan kini menjadi fondasi utama daya saing komoditas lada di pasar global. IPC akan mendukung penguatan sektor tersebut melalui penyediaan informasi pasar, riset, pendampingan teknis, dan pertukaran pengetahuan antarnegara produsen. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa lada Indonesia tetap relevan di tengah persaingan internasional yang semakin ketat.

IPC memandang keberlanjutan sebagai fondasi utama daya saing dalam memperkuat masa depan sektor lada global, kata Marina.

Selain mendorong praktik budi daya berkelanjutan, kerja sama tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas melalui pengembangan produk turunan. Produk-produk seperti parfum, kopi lada, hingga aromaterapi menjadi fokus pengembangan. Hal ini membuka peluang baru bagi petani untuk mendapatkan pendapatan yang lebih stabil dan beragam.

Kami memiliki target utama menghubungkan petani dengan akses informasi agar mampu mengolah bahan mentah menjadi produk bernilai tambah, ujar Marina.

Kontribusi Sektor Swasta

S. Kris, Direktur PT Supa Surya Niaga, menyampaikan bahwa sektor swasta siap memperkuat rantai pasok dengan menghubungkan hasil panen petani ke pasar yang menerapkan standar keamanan pangan dan keberlanjutan. Keterlibatan swasta ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan bagi semua pihak involved dalam industri lada nasional.

Pasar global membutuhkan produk yang konsisten, bermutu, aman, dan dihasilkan secara bertanggung jawab melalui praktik usaha yang berkelanjutan, kata S Kris.

Kolaborasi ini diharapkan memperkuat daya saing lada nasional sekaligus membantu petani menghadapi tantangan perubahan iklim, fluktuasi harga, dan meningkatnya tuntutan pasar terhadap komoditas yang diproduksi secara berkelanjutan. Dengan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, sektor lada Indonesia diproyeksikan dapat tumbuh lebih pesat dan berkelanjutan di masa depan.

Join the discussion