LPEU MUI Dorong Penguatan Tata Kelola Organisasi Keumatan Lebih Profesional
Jakarta — Lembaga Penggerak Ekonomi Umat di bawah naungan Majelis Ulama Indonesia (LPEU MUI) sedang giat mendorong perbaikan tata kelola organisasi keumatan
LPEU MUI Perkuat Manajemen Risiko untuk Organisasi yang Lebih Profesional
Kabarteras.com – Jakarta — Lembaga Penggerak Ekonomi Umat di bawah naungan Majelis Ulama Indonesia (LPEU MUI) sedang giat mendorong perbaikan tata kelola organisasi keumatan. Inisiatif ini diwujudkan melalui pelatihan bertema Risk Based Performance Management yang diselenggarakan bersama Asosiasi Manajemen Risiko Energi Indonesia (AMREI).
Acara tersebut digelar di Gedung MUI lantai 4, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat. Pelatihan berlangsung selama dua hari, dimulai dari hari Jumat tanggal 7 Agustus 2026 dan berakhir pada Sabtu tanggal 8 Agustus 2026.
Lebih dari Sekadar Formalitas
Dengan mengusung tema “Cermat Mengelola Risiko, Kokoh Membimbing Umat, Berkelanjutan Menebar Kebaikan”, kegiatan ini menyasar perwakilan pimpinan serta pengurus dari 40 Komisi, Badan, dan Lembaga (KBL) di lingkungan MUI.
Ketua LPEU MUI, Mukhaer Pakkanna, menekankan bahwa pelatihan ini memiliki tujuan substantif. Menurutnya, acara ini bukan sekadar memenuhi agenda formalitas, melainkan langkah konkret untuk membenahi kelembagaan dan tata kelola organisasi.
“Kita berharap pelatihan ini tidak sekadar formalitas, tetapi penting untuk membenahi organisasi kita, tata kelola kita, dan lembaga kita. Baik itu lembaga di lingkungan MUI maupun di organisasi kemasyarakatan tempat kita berada,” jelas Mukhaer.
Mengatasi Kelemahan Organisasi Umat
Mukhaer menambahkan bahwa manajemen risiko merupakan komponen krusial dalam manajemen strategi organisasi. Melalui sesi pelatihan, para peserta mendapatkan bekal kemampuan teknis yang komprehensif.
Materi yang disampaikan mencakup penentuan target, penyusunan visi-misi, hingga identifikasi dan mitigasi berbagai risiko yang mungkin muncul. Selain itu, ada juga sesi simulasi dan praktik langsung yang dipandu oleh para ahli dari AMREI.
Salah satu poin penting yang disoroti oleh Mukhaer adalah kelemahan mendasar yang sering dihadapi umat Islam. Menurutnya, kemampuan dalam mengorganisasi dan melembagakan diri masih perlu ditingkatkan.
“Kelemahan umat Islam itu kerap berada pada kemampuan mengorganisasi dan menata kelola diri atau organisasi. Saya mengutip perkataan Sayyidina Ali bahwa kebenaran yang tidak terorganisasi akan dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisasi,” tegasnya.
Ekspektasi Implementasi Nyata
Mukhaer menyampaikan rasa syukur atas antusiasme peserta yang hadir dari berbagai KBL. Ia berharap ilmu dan praktik yang diperoleh selama pelatihan dapat diimplementasikan secara nyata.
Dengan demikian, para pengurus diharapkan mampu menjalankan roda organisasi keumatan dengan lebih profesional dan berkelanjutan di masa mendatang.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is LPEU MUI Dorong Penguatan Tata Kelola?
LPEU MUI Dorong Penguatan Tata Kelola is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does LPEU MUI Dorong Penguatan Tata Kelola matter?
LPEU MUI Dorong Penguatan Tata Kelola matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
