Skip to content
Rejogja

Peringati Hari Anak Nasional, 500 Siswa Diajak Kenali Warisan Budaya Candi Prambanan

Emily Anderson - kabarteras.com 3 mins read

Sebanyak lima ratus peserta didik dari dua puluh tujuh institusi pendidikan yang berlokasi di sekitar kompleks Candi Prambanan mengikuti kegiatan khusus dalam

Peringati Hari Anak Nasional, 500 Siswa Diajak Kenali Warisan Budaya Candi Prambanan

Peringati Hari Anak Nasional 500 Siswa Mengenal Candi Prambanan

Kabarteras.com – Sebanyak lima ratus peserta didik dari dua puluh tujuh institusi pendidikan yang berlokasi di sekitar kompleks Candi Prambanan mengikuti kegiatan khusus dalam rangka Hari Anak Nasional tahun 2026. Acara yang diselenggarakan pada hari Rabu, 22 Juli 2026 ini bertempat di Sleman dan bertujuan memperkenalkan warisan budaya bangsa kepada generasi muda. Kegiatan ini menjadi momen berharga bagi para siswa untuk mengenal lebih dekat salah satu situs warisan dunia UNESCO yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

InJourney Group menjadi penyelenggara utama dengan mengangkat tema “Wujudkan Impian, Lestarikan Indonesia”. Melalui inisiatif ini, para siswa diajak untuk tidak hanya menikmati hari istimewa mereka, tetapi juga memahami makna mendalam di balik setiap momen bersejarah. Kegiatan ini dirancang khusus untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus edukatif bagi anak-anak Indonesia.

Lebih dari Sekadar Seremoni

Herdy Harman, Direktur SDM dan Digital InJourney, menyampaikan pandangannya bahwa peringatan Hari Anak Nasional seharusnya melampaui rutinitas tahunan semata. Menurutnya, setiap tanggal penting perlu diisi dengan aktivitas yang memberikan nilai tambah serta ruang untuk refleksi. Kegiatan di Candi Prambanan ini menjadi contoh nyata bagaimana perayaan bisa dikombinasikan dengan pembelajaran budaya.

“Sengaja kita mengadakan di Candi Prambanan ini dengan maksud salah satu pembinaan yang mau kita usung adalah bagaimana anak-anak ini sebagai harapan masa depan Indonesia juga bisa mengenal budayanya, mengenal karakter bangsanya melalui warisan budaya ini,” ujar Herdy Harman saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Kegiatan tersebut merupakan bagian integral dari program community care yang dijalankan InJourney Group. Pemilihan lokasi Candi Prambanan bukan tanpa alasan, melainkan memiliki tujuan strategis untuk mengenalkan akar budaya kepada anak-anak sejak usia dini. Candi Prambanan sendiri merupakan salah satu candi Hindu terbesar di Indonesia yang telah diakui sebagai warisan dunia.

Belajar Budaya Secara Langsung

Ratusan anak-anak tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga kesempatan belajar secara interaktif. Berbagai aktivitas edukatif disiapkan, termasuk praktik membatik, teknik ecoprint, serta pengenalan nilai-nilai pelestarian cagar budaya. Para siswa diajak untuk merasakan langsung pengalaman membuat batik dengan motif-motif tradisional yang memiliki makna filosofis mendalam.

Herdy menekankan bahwa pengenalan merupakan fondasi penting untuk menumbuhkan kecintaan. Seseorang tidak akan mampu mencintai sesuatu jika belum mengenalnya dengan baik terlebih dahulu. Melalui kegiatan ini, anak-anak diharapkan dapat mengembangkan rasa bangga terhadap warisan leluhur mereka.

“Salah satu yang kita usung adalah bagaimana anak-anak kita mengenal warisan budaya. Warisan budaya supaya bisa lebih mencintai. Harapannya dia akan terus, mereka dewasa, terus menyebarluaskan virus cintanya tentang budaya-budaya, warisan-warisan budaya untuk terus dirawat,” tambahnya.

Setelah sesi pembelajaran, para siswa akan berkeliling kawasan candi untuk memahami sejarah, peradaban masa lalu, serta nilai filosofis yang terkandung dalam warisan tersebut. Harapannya, pengalaman ini akan membuat mereka menikmati proses belajar sambil mengenal budaya Indonesia, khususnya teknik membatik. Kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi para siswa untuk berfoto di lokasi ikonik Candi Prambanan sebagai kenangan berharga.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan generasi muda Indonesia tidak hanya mengenal Candi Prambanan sebagai objek wisata, tetapi juga sebagai warisan budaya yang harus dilestarikan. Peringati Hari Anak Nasional 500 Siswa menjadi langkah awal yang baik untuk membangun kesadaran budaya sejak dini. Semoga kegiatan serupa dapat terus dilakukan di berbagai daerah di Indonesia.

Sumber: Republika Yogya (@republikayogya)

Join the discussion